Dewan Da’wah Sambut Kepulangan Da’i Alumni STID M Natsir, Dai Kisahkan Suka Duka Dakwah Pedalaman

STIDNATSIR.AC.ID – Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menyambut kepulangan da’i pengabdian Alumni STID Mohammad Natsir yang telah menyelesaikan masa pengabdian dakwahnya di daerah selama 1-2 tahun, Kamis (31/10/19) di Gedung Menara Da’wah, Kramat, Jakarta Pusat.

Ustadz Dr. Mohammad Noer selaku Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan Dewan Da’wah berharap para da’i dapat ikut bergabung dalam da’wah di Dewan Da’wah. Selain itu, Ustadz Ihsan Kamil, M.EI selaku Bidang Kaderisasi Dewan Da’wah mengatakan, meskipun masa pengabdian telah usai, namun dakwah tidak akan pernah selesai sampai akhir hayat.

“Pilihannya hanya 2, menjadi Da’i tetap atau Tetap Da’i,” pesannya. Ia juga menyampaikan kepada para alumni STID Mohammad Natsir itu, agar jangan sampai melupakan jasa-jasa Dewan Da’wah dan STID M Natsir yang telah mendidik dan membesarkannya, meskipun nanti telah sukses dalam berdakwah.

Penyambutan Da’i Pengabdian Alumni STID Mohammad Natsir 1440 H

Selain mendapat pengarahan, dan referensi lokasi da’wah, para da’i juga dipersilakan menceritakan kisah dakwahnya di tempat tugas. Mulai perjalanan menuju tempat tugas, hingga suka duka menjalani dakwah.

Baca juga : Dewan Da’wah Berikan Pembekalan kepada Da’i Pengabdian 1441 H/2019 M

Ustadz Rizki Hardiansyah yang berdakwah di Watonusa, pedalaman Ambon harus menempuh perjalanan bersama istri dan anaknya selama 22 jam menuju tempat tugas. Tempat tinggal yang sangat sederhana, tidur hanya beralaskan papan, dan harus menimba air dari sumber air untuk keperluan sehari-hari. Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari demi mengajarkan agama masyarakat di sana. Karena keterbatasan pengetahuan dan fasilitas, istri ustadz Rizki yang tengah 2 bulan mengandung, mengalami pendarahan dan keguguran, sehingga harus dikuret.

Foto bersama da’i pengabdian STID Mohammad Natsir dengan Pengurus Dewan Da’wah Pusat

Sementara Ustadz Ghozali yang berdakwah di Dusun Padafuyu, Desa Takibangke, Kec. Ulubongka, Kab. Touna mengajar anak-anak mualaf yang telah ditinggal da’i 6 bulan lamanya, “Anak-anak mualaf ini telah ditinggal 6 bulan oleh da’i, anak-anak sudah main ke gereja ikut ‘nyanyi-nyanyi’, bahkan ketika mengaji masih nyanyi lagu gereja.” bebernya.

Baca juga : Sejauh Mana Kesungguhan Da’wah Kita? Perjalanan Sosok Da’i Ini Layak Diteladani

Karena keterputusan estafeta dakwah itulah, Ustadz ghozali harus memulai kembali mengajarkan iqro kepada anak-anak dari awal. Alhamdulillah saat ini anak-anak mualaf di dusun padafuyu telah mampu berkhutbah saat hari raya Idul Adha, khutbah Jumat dan ibadah lainnya. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*