Sampaikan Kesan dan Pesan Wisudawan, Muhammad Jundi Rabbani: “Kami Benar-Benar Bangga!”

STIDNATSIR.AC.ID – “Kampus ini beda lho, gak kayak kampus pada umumnya!” Begitulah ujar Muhammad Jundi Rabbani di awal penyampaian pesan dan kesannya di acara Wisuda Sarjana IX Strata Satu STID Mohammad Natsir yang telah berlangsung kemarin, Sabtu (26/10/19).

Dalam kesempatan ini, Jundi selaku perwakilan wisudawan menyampaikan kesan dan pesannya di hadapan seluruh wisudawan/wisudawati dan para dosen beserta para tamu undangan. Di awal pidatonya ia mengenang masa-masa 4 tahun kuliah di STID M Natsir, dimulai dari makan satu nampan berlima, menyelesaikan hafalan 4 juz yang diujikan dalam satu kali duduk, mengajarkan anak-anak Taman Pendidikan Al Qur’an. Kemudian, di semester 5 harus keluar asrama mencari Masjid sekitar Jakarta/Bekasi untuk ditinggali, lalu melaksanakan pengabdian di pelosok-pelosok negeri. Semua itu dijalaninya bersama kawan-kawan seperjuangannya walau banyak teman-teman yang gugur di tengah jalan.

Kemudian dengan suara yang sangat lantang ia berkata, “Ayah, ibu, saksikanlah! Bahwa hari ini, anak-anakmu telah menggoreskan satu kesuksesan, lulus dari Sekolah Da’wah!, ” ucap Mantan Ketua BEM itu.

Berita terkait : STID Mohammad Natsir Selenggarakan Wisuda 79 Kader Da’i dan Da’iyyah

Suasana acara wisuda yang dilaksanakan di Auditorium Masjid Al Furqon Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia ini pun seketika hening. Dengan suara yang lebih lantang ia mengatakan, “KAMI KATAKAN KEPADA PENDUDUK ALAM JAGAT RAYA INI BAHWASANYA KAMI BANGGA !, KAMI BENAR-BENAR BANGGA MENJADI MAHASISWA DI SEKOLAH KECIL , MENJADI MAHASISWA DI SEKOLAH YANG TIDAK DIKENAL OLEH PENDUDUK BUMI, TETAPI KAMI YAKIN KAMPUS INI SANGAT DIKENAL OLEH PENDUDUK LANGIT.” tandasnya sembari menitikan air mata.

Ada 3 pesan yang ia sampaikan dalam pidatonya yang ia kutip dari 3 Tokoh Pejuang Da’wah. Pertama, dari Bapak Mohammad Natsir ia menyampaikan, sebagaimana yang tertuang dalam buku Fiqh Da’wah Mohammad Natsir, “Tegaklah selama hidup ini sebagai seorang mujahid mempertahankan pendirian, sebab hidup ini tidak lain dari pada aqidah dan jihad.”

Baca juga : Dr. Adian Husaini Klaim STID Mohammad Natsir Kampus Terbaik SeJabodetabek

Kedua, ia menyampaikan pesan dari Buya Hamka yakni “Kepada pemuda, bebanmu akan berat, jiwamu harus kuat, tapi aku percaya, langkahmu akan jaya, kuatkan pribadimu!”

Kemudian pesan yang ketiga, ia kutip dari perkataan Ketua STID M Natsir, Ustadz Dwi Budiman Assiroji bahwasanya dua benda yang tidak boleh lepas dari seorang da’i; yang pertama adalah Al-Qur’an dan yang kedua adalah buku bacaan. [Yusi/MARWAH]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*