Matangkan Persiapan, 29 Da’iyyah Pengabdian Alumni STID M Natsir Ikuti Pembekalan

STIDNATSIR.AC.ID – LPM STID Mohammad Natsir memberikan pembekalan kepada 29 Daiyah Pengabdian masa bakti 2019-2020 yang akan diberangkatkan ke lokasi pengabdian, Selasa, (5/11/2019) di Kampus Putri STID Mohammad Natsir.

Ustadzah Siti Nur Fadlilah, M.Sos selaku Sekretaris LPM Kampus Putri STID Mohammad Natsir menjelaskan pengantar pengabdian kepada para alumni STID Mohammad Natsir tersebut dengan mengangkat tema “Selamatkan dan Bangun Indonesia dengan Da’wah”.

Ustadzah Fadlilah menyampaikan salah satu manfaat pengabdian bagi para Da’iyyah, yaitu sebagai aktualisasi diri menjadi lebih baik, menjadi diri yang bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Beliau mengajukan pertanyaan kepada para Da’iyyah rencana yang harus dipikirkan mulai sekarang, tentang apa saja yang akan dibawa ke medan dakwah (What can I bring out?), apa saja yang bisa didakwahkan (What can I share?), dan apa saja yang bisa saya raih setelah berdakwah (What can I get?). Terakhir, Beliau berpesan agar bermunajat kepada Allah dan kembali meluruskan niat serta jaga baik-baik niat tersebut.

Di sesi selanjutnya, Dr. Imam Zamroji, MA menyampaikan mengenai ‘Islamisasi Sistem Pendidikan’ dalam bentuk forum diskusi. “Kira-kira apa yang akan kalian lakukan disana?,” tanyanya.

Ustadz Imam menginginkan, agar para Da’iyyah menuliskan laporan pengabdiannya setelah menerapkan misi dari islamisasi sistem pendidikan yang para Da’iyyah lakukan di lapangan.

Kemudian, Ustadz Dadi Nurjaman, M.Kom.I menjelaskan format penyusunan laporan pengabdian. Beliau mengatakan agar para Da’iyyah mencatat apa yang akan dilakukan, melaksanakan apa yang dicatat, dan melaporkan apa yang dilakukan. Dan ini merupakan tiga poin yang disampaikan kepada da’i-da’i dewan da’wah sejak tahun 1967. Dewan Da’wah berharap laporan pengabdian bukan hanya sekedar cerita di lapangan, akan tetapi melaporkan bagaimana proses kegiatan itu terlaksana.

Di sesi terakhir, Ustadz Dr. Ahmad Misbahul Anam menyampaikan mengenai peran Da’iyyah di tengah masyarakat. Ia berharap da’iyah bisa banyak berperan di tengah masyarakat, formal maupun non formal. Lantas beliau menyampaikan bahwa Allah yarham Mohammad Natsir selalu berpesan kepada para da’i agar berinovasi, “Lakukan sesuatu yang belum dilakukan. Di lapangan (dakwah) pasti orang menganggap anda adalah orang paling hebat, ” ujar Ustadz Misbah kepada peserta pembekalan.

Berita terkait : Dewan Da’wah Berikan Pembekalan kepada Da’i Pengabdian 1441 H/2019 M

Pengabdian ini adalah salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan merupakan tugas utama seorang mahasiswa maupun dosen. Tujuan dari pengabdian ini agar para Da’iyyah mengamalkan segala ilmu yang diperoleh ketika berada di bangku kuliah. Untuk mematangkan persiapan daiyah sebelum menuju lokasi dakwah, maka perlu mendapatkan pembekalan terlebih dahulu.[Suhaila Mashuro]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*