PKU UNIDA Gontor Gelar Silaturahim dan Workshop Pemikiran di STID Mohammad Natsir

STIDNATSIR.AC.ID – 35 Peserta Program Kaderisasi Ulama Universitas Darussalam Gontor melakukan Kunjungan Silaturahim dan Workshop Pemikiran dan Peradaban Islam di Kampus Putra STID Mohammad Natsir Bekasi, Selasa (15/12/19).

Workshop PKU Unida Gontor ini telah rutin diselenggarakan tiap tahunnya di STID Mohammad Natsir. Mereka melakukan safari workshop dan diskusi ilmiah ke berbagai instansi pendidikan di seantero Indonesia.

Ketua STID M Natsir, Ustadz Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I menyampaikan dalam sambutannya, In syaa Allah ke depannya STID Mohammad Natsir akan mengikuti Program Kaderisasi Ulama di Unida. Beliau juga mengatakan, STID M Natsir berkonsentrasi di bidang dakwah namun tidak melupakan diskursus mrngenai pemikiran-pemikiran yang tengah berkembang saat ini.

Ketua STID Mohammad Natsir, Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I saat menyampaikan sambutannya

Ustadz Dwi mengucapkan Terimakasih kepada rombongan PKU Unida Gontor telah mengunjungi Kampus STID Mohammad Natsir, bahkan telah berkeliling Nusantara menyampaikan dakwahnya. Ia berharap para mahasiswa dapat mengambil manfaat dalam acara silaturahim dan workshop ini.

Kemudian, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Ustadz Dr. Adib Fuadi Nuriz, M.Phil merasa bangga dan terhormat bisa mengunjungi STID Mohammad Natsir, “Antara UNIDA Gontor dengan STID Mohammad Natsir itu seperti mata uang. Jadi kalau satu tidak ada, tidak ada apa apanya. Saling berpadu. Dahulu Kiayi Haji Ahmad Sahl, Kiayi Zainuddin Fatani, Kiayi Haji Imam Zarkasyi merupakan 3 tokoh utama pendiri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Banyak belajar banyak bersentuhan dengan almarhum syekh Mohammad Natsir, ” ujarnya.

PKU UNIDA sudah 5 kali datang ke Kampus STID Mohammad Natsir, Dr. Adib berharap ada kunjungan balasan dari STID Mohammad Natsir ke UNIDA. Jika ada Mou, UNIDA akan mengupayakan alumni sarjana STID M Natsir bisa melanjutkan sekolah Pascasarjana dan Doktoral di UNIDA Gontor tanpa tes.

“Jika ada Mou, kita akan upayakan mahasiswa (alumni) STID bisa melanjutkan sekolah pascasarajana dan S 3 di UNIDA tanpa tes,” ucapnya.

Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Ustadz Dr. Adib Fuadi Nuriz, M.Phil saat menyampaikan sambutannya

Dalam seminar yang diikuti oleh seluruh mahasiswa STID Mohammad Natsir ini, tiga peserta PKU UNIDA Gontor menyampaikan materi mengenai Tantangan yang dihadapkan pada Al Qur’an, Kritik pemikiran johannesbourg terhadap Al-Quran, dan Tantangan Da’wah di tengah bermunculannya berbagai kepercayaan.

Ahmad Irfan Maulana, salah satu utusan Kemenag Kab. Lebak yang mengikuti PKU UNIDA Gontor menyampaikan bahwa Muhammad Ahmad kholafullah, Ahli Sastra Arab asal Mesir menganggap ada orang yang mengarang kisah-kisah dalam Al Qur’an. Kadang tokohnya benar ada akan tetapi kejadiannya kadang ada kadang tidak ada. Seperti dalam kisah Nabi Nuh. Ada perahu, masyarakat, dan lainnya. Menurutnya tidak penting meyakini kebenaran kisah tersebut, yang terpenting pesan yang terdapat dalam kisah tersebut. Al-Quran terdapat campur tangan pembuat kisah yaitu Muhammad. Kesimpulannya Al Qur’an adalah produk budaya Arab pada saat turunnya Al-Quran.

Materi yang kedua ialah Kritik pemikiran Johannesbourg terhadap Al-Quran. Framework Johannes Brough terpengaruh cara pandang barat. Ia meneliti Al Qur’an dengan pendekatan ilmu sosial. Terlalu problematis jika menggunakan ilmu sosial, karena bukti bukti Al Qur’an diteliti dengan sikap skeptis dulu. Semua dimulai dengan sikap keragu-raguan. “Tentu jika kita meneliti dengan skeptisisme maka hasil yang akan kita dapatkan juga penuh keraguan, ” simpulnya.

 

Pandangannya pada Al Qur’an adalah keterpengaruhan Al-Quran pada tradisi Yahudi dan Kristen, Al Qur’an sebagai karya nabi Muhammad, penegasian kodifikasi Al Qur’an. Materi terakhir mengenai Maraknya aliran kepercayaan dan kebathinan di Indonesia sebagai tantangan dakwah.

Pemberian cinderamata

Para mahasiswa antusias mengikuti Workshop Pemikiran ini, serta turut bertanya dan memberikan pandangannya mengenai konstelasi pemikiran yang tengah berkembang saat ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah khazanah pengetahuan mahasiswa. Program Kaderisasi Ulama’ (PKU) Gontor merupakan program yang diadakan atas kerjasama Pondok Modern Darussalam Gontor, Yayasan Dana Sosial al-Falah Surabaya (YDSF), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*