Pahamkan Bahaya Maksiat kepada Mahasiswi, Bidang Karakter Adakan Dauroh

STIDNATSIR.AC.ID – Bidang Pembinaan Karakter Kampus Putri STID M Natsir menyelenggarakan Dauroh bertemakan “Urgensi Menjauhi Maksiat Bagi Da’i dan Dampak Buruk Maksiat Bagi Du’at” pada Ahad (29/12/2019) bertempat di Aula Sakinah Kampus Putri STID M Natsir Cipayung, Jakarta Timur. Dauroh ini diikuti seluruh mahasiswi STID M Natsir, yang diisi oleh ustadz Imam Taufik Alkhotob, M.Pd.I, selaku Waket III Bidang Kemahasiswaan.

Beliau mengatakan, bahwasanya maksiat merupakan lawan dari ketaatan. Melakukan segala sesuatu yang dilarang Allah ta’ala atau meninggalkan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah ta’ala, maka itulah yang disebut maksiat.
Ilmu ini tidak hanya sebatas teori semata, namun harus ditindak lanjuti dengan pelaksanaan dan praktiknya.

Saat menyampaikan materi, Ustadz Imam memahamkan kepada mahasiswi bahwa manusia tak akan luput dari maksiat. “Beranikah kita berkata bahwa saya sudah terlepas dari maksiat?, ” tanyanya.

Ada 3 kebiasaan buruk dalam diri da’i yang harus dihilangkan : Pertama , menganggap remeh dosa, kebiasaan ini sering menjangkiti kalangan ahlul ‘ilmi. Kedua, maksiat dalam kesendirian, dan Ketiga , yaitu perkataannya tidak disertai perbuatannya.

Diakhir sesi beliau menyampaikan beberapa dampak yang dapat menimpa para pelaku maksiat antara lain: diharamkan kepadanya ilmu, kesesatan, dan musibah. Beliau juga berpesan dan mengajak kepada seluruh kader da’iyah STID M, Natsir hendaknya bagi seorang da’i untuk senantiasa berkomitmen menjauhi maksiat dengan cara memperdalam dan mempelajari tazkiyatun nafs serta menanamkan rasa khauf dan khasyah kepada Allah Ta’ala di dalam diri kita. [Lailil Amani]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*