Bekasi Dilanda Banjir, Ini Aksi Heroik Mahasiswa STID M Natsir Bantu Para Korban Hingga Diberikan Julukan Unik

STIDNATSIR.AC.ID – Hujan deras berkepanjangan disertai luapan sungai mengakibatkan beberapa kota di sekitar Jabodetabek terendam banjir pada Rabu (1/1/20). Mahasiswa STID Mohammad Natsir bekerjasama dengan Masjid Wadhah Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah Tambun, Muslimat Pusdiklat Dewan Da’wah, KPZ Laznas Dewan Da’wah dan Laznas Dewan Da’wah Pusat membantu evakuasi warga korban banjir di Perumahan Papan Mas, dan beberapa titik banjir di sekitar Tambun Selatan, Bekasi sejak hari pertama banjir, (1/1/20). Dikomandoi oleh Ketua LPM STID Mohammad Natsir dan Ketua KPZ LAZNAS Dewan Da’wah, Ustadz Mohammad Firdaus, M.Kom.I, 200 Mahasiswa beserta Dosen STID M Natsir yang mengenakan pakaian biru-biru menembus gelombang banjir mengevakuasi warga di antaranya bayi dan manula.

“Niatkan usaha kita Ikhlas karena Allah !,” ujar Ustadz Firdaus yang selalu diulangi ketika briefing.

Koordinator Penanggulangan Banjir Tambun sekaligus Ketua LPM STID Mohammad Natsir, Ustadz Mohammad Firdaus, M.Kom.I saat memberikan pengarahan kepada mahasiswa

Usaha ini tak mudah dan menjadi dilema bagi para mahasiswa yang tengah menjalani masa Pekan Tekun hingga 5 hari, sebelum menghadapi UAS Ganjil pada Senin (6-11/1/20), apalagi bagi mahasiswa yang tidak memenuhi syarat kelulusan akan terancam drop out. Akhirnya, mereka mengorbankan waktu belajar mereka sejak pagi hingga tengah malam untuk membantu para korban. Mereka pun sangat antusias dan senang dapat membantu warga yang membutuhkan.

Arus yang sangat deras akibat luapan kali Papan Mas membuat warga yang lemah hampir saja terseret derasnya arus. Seorang ibu bahkan terduyun-duyun hampir kehilangan kesadaran menggendong bayinya di tengah banjir, beruntung mahasiswa siaga menolong sang ibu dan bayinya yang hampir jatuh terseret sapuan air. Tak sedikit pula yang terjebak di dalam rumah oleh kepungan banjir. Hingga tengah malam diiringi hujan lebat, para mahasiswa masih lalu lalang menggunakan perahu karet darurat dan ambulance mengevakuasi warga yang terjebak banjir, kemudian membawanya ke posko sementara di Masjid Wadhah Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah Tambun. Semangat tinggi mahasiswa dan tak kenal waktu membantu masyarakat, membuat masyarakat menjuluki mereka “Pasukan Biru”.

Mahasiswa saat menyelamatkan bayi salah seorang ibu di tengah banjir
Para mahasiswa saat mengevakuasi warga terdampak banjir

Menindaklanjuti laporan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) saat mendatangi Badan Pengelola Pusdiklat Dewan Da’wah Tambun, bahwa kondisi banjir akan terus berlangsung hingga sepekan ke depan, Keesokan harinya, Kamis (2/1/20) Pasukan Biru kembali menyambangi rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Mereka membawa peralatan kebersihan, seperti pel penarik air, sikat, dan sebagainya. Bahkan rumah seorang kristiani pun mereka turut membantu membersihkan. Selain itu, mereka juga membersihkan ruang-ruang publik seperti balai warga dan tempat pengungsian lainnya.

Mahasiswa saat membantu membersihkan masjid di salah satu komplek warga
Mahasiswa membersihkan rumah salah satu warga kristiani

Di Hari ketiga dan keempat pasca banjir melanda kecamatan Tambun, (3-4/1/20) beberapa titik banjir telah surut. Masyarakat mengalami krisis air bersih, pangan dan sandang yang ikut terseret banjir. Tak sedikit warga khususnya Ibu-ibu rumah tangga yang terlihat panik dan hampir menangis mendatangi mobil pengangkut air kami di lapangan,

“Mas, mas berhenti di komplek saya saja ya mas, banyak anak-anak kecil di sana (butuh air), ” mohon seorang ibu dengan raut panik.

Mahasiswa memberikan air bersih kepada warga terdampak banjir
Foto bersama mahasiswa dan warga setelah membagikan air bersih dan bersih-bersih

Laznas Dewan Da’wah dan KPZ LAZNAS Dewan Da’wah bekerjasama dengan Muslimat Pusdiklat Dewan Da’wah membuka Dapur Umum guna menyediakan 500 porsi perharinya yang nantinya akan dibagikan kepada para warga terdampak banjir. Koordinator Penanggulangan Banjir Tambun, Ustadz Mohammad Firdaus membagi mahasiswa berkelompok-kelompok untuk membagikan makanan, memberikan air bersih, dan pakaian kepada warga. Alhamdulillah dengan izin Allah kondisi masyarakat terdampak banjir dapat kembali normal. Perjuangan memang belum usai, beberapa titik di Kota Bekasi masih tergenang air, namun dikarenakan hari Senin (6/1/20) mahasiswa sudah harus mengikuti Ujian Akhir Semester Ganjil, maka untuk sementara mahasiswa diistirahatkan untuk persiapan mengikuti UAS.

Baca juga : 522 Mahasiswa dan Mahasiswi Ikuti UAS Ganjil Serentak

Para dosen dan mahasiswa membagikan makanan kepada para warga korban banjir
Koordinator Penanggulangan Banjir Tambun, Ustadz Mohammad Firdaus saat membagikan nasi bungkus kepada warga

Melihat perjuangan heroik Pasukan Biru, seorang Ibu yang merupakan salah satu korban terdampak banjir, mewakafkan motornya agar digunakan untuk kegiatan dakwah Pusdiklat Dewan Da’wah.

Terkesan dengan perjuangan “Pasukan Biru”, seorang Ibu mewakafkan sepeda motornya untuk dakwah

“Saking senengnya melihat mahasiswa stid membantu korban banjir, Seorang ibu mewakafkan sepeda motor untuk Da’wah di Dewan Da’wah,” tutur Ustadz Mohammad Firdaus, Koordinator penanggulangan banjir Tambun.

Kegiatan ini menjadi pembelajaran dan ujian yang berharga bagi mahasiswa dakwah, karena laboratorium praktikum mahasiswa dakwah berada di masyarakat. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*