37 Mahasiswa dan Mahasiswi Ikuti Program Karantina Tahfizh 30 Juz di Pondok Tahfizh Wadil Qur’an

STIDNATSIR.AC.ID – Kampus STID Mohammad Natsir melepas 37 peserta tahfizh 30 juz yang terdiri dari 26 mahasiswa dan 11 mahasiswi untuk mengikuti program karantina tahfizh 30 juz, di Pondok Tahfizh Wadil Qur’an Serpong Tangerang dan Gunung Sindur Bogor, pada Senin (20/1/20) untuk menyelesaikan hafalannya selama liburan semester ganjil. Para mahasiswa angkatan pertama program 30 Juz ini nantinya akan mendapatkan bimbingan menghafal oleh para muhaffizh di Pondok Pesantren asuhan Ustadz Arif Husni Majid tersebut.

Waket III Bidang Kemahasiswaan, Ustadz Imam Taufik Alkhotob, M.Pd.I saat melepas rombongan program karantina menyampaikan, bahwa Allah akan segerakan ganjaran menghafal Al-Qur’an sebelum memberikan ganjaran yang lebih besar di akhirat. Beliau juga berpesan agar para mahasiswa dapat menjaga diri baik-baik, dan konsentrasi menghafal. Karena amal ini tidak akan mudah seperti yang dibayangkan.

Waket III Bidang Kemahasiswaan, Ustadz Imam Taufik Alkhottob, M.Pd.I saat memberikan pengarahan kepada mahasiswa

Selain itu, kampus akan memberikan hadiah berupa uang pembinaan bagi mahasiswa yang dapat tuntas menyelesaikan program ini. Hal ini merupakan bentuk komitmen STID Mohammad Natsir dalam mencetak kader yang tidak hanya piawai di lapangan dakwah, namun memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni.

Sesampainya di lokasi, para mahasiswa dan asatidz STID Mohammad Natsir disambut oleh Ustadz Fahri, pengelola Pondok Tahfizh Wadil Qur’an dan Ustadz Arif Husni Majid, selaku Pimpinan Pondok Tahfizh Wadil Qur’an.

Dalam sambutannya, Ustadz Arif mengaku tersanjung dapat membersamai para mahasiswa STID Mohammad Natsir menyelesaikan hafalannya selama dua pekan lebih ke depan, “Saya turut tersanjung diamanahkan oleh Kampus saya dulu untuk dapat mengantarkan antum menyelesaikan hafalan Qur’an,” tutur alumni STID Mohammad Natsir tersebut.

Pimpinan Pondok Tahfizh Wadil Qur’an, Ustadz Arif Husni Majid saat menyampaikan sambutan dan motivasi kepada mahasiswa

Lebih lanjut, beliau mengatakan dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an ada 3 kriteria yang mengelompokan para penghafal Al Qur’an nantinya, yakni Zholimun Linafsih, Muqtashid dan Saabiqun Bil Khoirot. Penghafal yang berlomba-lomba dalam kebaikanlah yang akan cepat selesai. Maka menurutnya, penting seorang penghafal quran mencari partner dan kompetitor sebagai akselerator menghafalnya.

Terakhir, beliau berharap semua penghafal Qur’an yang menghafal di Pondok Tahfizh Wadil Qur’an untuk menjadi dai di masyarakat, “Saya minta, antum keluar dari sini menjadi duat, dan membuat lembaga (tahfizh) yang lebih hebat dari sini,” ujarnya.

Kepala Bidang Tahfizh, Ustadz Musmardi Afit, S.Kom.I saat menyampaikan sambutannya

Kemudian Kepala Bidang Tahfizh STID Mohammad Natsir, Ustadz Musmardi Afit, S.Kom.I menyampaikan terima kasih kepada para pengelola Pondok Tahfizh Wadil Qur’an sudah menjadi partner pengaderan da’i STID M Natsir, semoga kerjasama ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Selama ini, kata ustadz Musmardi, STID Mohammad Natsir banyak mendapat permintaan hafizh 30 juz dari masyarakat, namun kampus belum dapat memenuhi permintaan tersebut, semoga dengan berjalannya program ini dapat menjadi jawaban problem dakwah. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar memperbaiki niat dan semangatnya. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*