Tutup Program Karantina Tahfizh 30 Juz, Pimpinan Pesantren Tahfizh Wadil Qur’an Sampaikan Pesan dan Tekadnya pada Mahasiswa

STIDNATSIR.AC.ID – Program karantina tahfizh 30 Juz kerjasama STID Mohammad Natsir dan Pondok Pesantren Tahfizh Wadil Qur’an Serpong resmi ditutup pada Jumat (6/2/20) di Lubana Sengkol Resort Serpong, Tangerang.

Para mahasiswa program karantina tahfizh ini telah mengikuti proses menghafal selama libur semester ganjil di bawah bimbingan para muhaffizh Pondok Pesantren Wadil Qur’an.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Wadil Qur’an, Ustadz Arif Husni Majid mengaku sangat bersyukur diamanahkan untuk membimbing mahasiswa STID M Natsir menghafal Al-Qur’an, “Saya sangat bersyukur STID (M Natsir) sekarang memiliki program 30 juz. Saya berharap ke depannya semua yang masuk STID hafizh 30 juz, mudah-mudahan saya bisa memfasilitasi lebih banyak lagi.” ungkapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Wadil Qur’an, Ustadz Arif Husni Majid saat memberikan sambutan dan pembekalan kepada mahasiswa

Alumni STID Mohammad Natsir tersebut juga mengatakan, dahulu ia mengusulkan kepada Ketua STID M Natsir, Ustadz Dr. Dwi Budiman Assiroji agar mahasiswa  harus hafal 30 juz. Baginya menghafal Al-Qur’an merupakan bekal yang krusial dan mutlak bagi seorang da’i sebelum diterjunkan ke medan dakwah.

Ia juga bercerita ketika masih mengenyam pendidikan di Kampus STID M Natsir, “Dulu saya nggak yakin lulus dari STID punya uang, ada atau enggak yang mau nikah sama saya. Ternyata Allah berikan lebih dari yang tidak bisa saya bayangkan. Sekarang Alhamdulillah sudah menikah, punya pesantren, bahkan memfasilitasi adik-adik saya (mahasiswa) di Kampus saya sendiri,” tuturnya. Menurutnya bagi ahlul Quran, kaya hanyalah pilihan, “Antum harus merdeka dengan Al Qur’an.” imbuhnya.

Dosen STID Mohammad Natsir  Ustadz Lukman Masa, M.Pd.I dalam sambutannya, mengatakan dari sekian ratus kader da’i yang digembleng di STID M Natsir 25 mahasiswa ini adalah yang memilih spesialisasi menghafal 30 juz. Ia juga berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut.

“Ke depan, Kami akan menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan Wadil Qur’an. Agar program ini terus berlanjut di setiap liburan semester,” katanya.

Dosen STID Mohammad Natsir, Ustadz Lukman Masa, M.Pd.I saat menyampaikan sambutannya

Beliau juga mewakili Kampus STID Mohammad Natsir mengucapkan terima kasih kepada Pondok Tahfizh Wadil Qur’an dan para donatur. Semoga andilnya dalam pengaderan da’i dapat dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak.

Dalam penutupan ini, Muhammad Zulkifli Ismail dan Aditya Hasan, mahasiswa STID Mohammad Natsir yang mengikuti program karantina tahfizh mengutarakan kesan dan pesan serta ucapan terima kasih kepada para asatidz dan pengasuh yang telah membimbing mereka selama ini. Mereka juga berpesan agar tetap memperbaiki niat dalam menghafal Al-Qur’an, karena hasilnya sesuai dengan apa yang diniatkan. Mereka juga bersyukur liburan kuliah menjadi sangat bermanfaat.

Mahasiswa STID Mohammad Natsir saat menyampaikan kesan dan pesannya dalam acara penutupan Karantina Tahfizh

Acara penutupan diakhiri dengan foto mahasiswa dan asatidz STID Mohammad Natsir bersama santri dan asatidz Pesantren Wadil Qur’an. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*