Civitas Akademika STID M Natsir Pelajari Metode Pengobatan Akhir Zaman

STIDNATSIR.AC.ID – Tim PAZ (Pengobatan Akhir Zaman) memberikan pelatihan kepada mahasiswa dan mahasiswi serta para para tenaga pendidik STID Mohammad Natsir, pada Selasa (11/2/20) di Kampus Putra, Bekasi dan Rabu (12/2/20) di Kampus Putri, Cipayung dalam agenda workshop PAZ yang diselenggarakan oleh LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) dan KPM (Komunitas Pengabdian Masyarakat) STID Mohammad Natsir.

Ustadz Nuzli Arismal, selain menjadi dokter mal di PAZ beliau juga merupakan salah satu pendiri TDA (Tangan Di Atas) yang sudah memiliki hampir 15.000 anggota. Dalam kesempatan kali ini, Ustadz Nuzli mengawali workshop PAZ ini dengan tata cara duduk seorang muslim yang sudah terpengaruh oleh sunnah Belanda yakni duduk sila, padahal menurut beliau seharusnya seorang muslim duduk sesuai dengan sunnah Nabi yakni menempelkan kedua lutut. Karena ketika seseorang duduk sila hal tersebut menyulitkan kita untuk langsung bangun, hal itu juga yang menjadikan taktik orang Belanda terhadap orang-orang Indonesia sedangkan bila kita sesuaikan duduk kita dengan tata cara duduk sesuai sunnah Nabi, mudah bagi kita untuk bangkit.

Ustadz Nuzli Arismal ketika memberikan pelatihan kepada civitas Akademika STID Mohammad Natsir

“Jangan mau dibodoh-bodohi medis ala Barat, kita punya ayat-ayat suci al-Qur’an yang bisa diterapkan untuk terapi kesehatan kita” ujarnya.

Kemudian selain itu, Ustadz Nuzli juga memberikan beberapa metode-metode terapi dimulai dari asma, syaraf kejepit, migrain, adanya benjolan, sampai yang terakhir pengobatan-pengobatan terkait magh.

Tidak panjang lebar beliau menyampaikan muqoddimah , beliaupun langsung mempraktikkan metode-metode terapi tersebut dengan diikuti para mahasiswi dan para staff pengajar STID Mohammad Natsir. Salah satu metode terapi tersebut yakni untuk mengurangi benjolan yang ada di tubuh adalah dengan cara pengobatan Nabi Ayyub dalam QS. Shad ayat 42, “Urkud Birijlik” yang artinya “hentakkan kakimu”. Diawali dengan pelenturan lalu disambung dengan menghentakkan kaki kita kurang lebih 100 kali dalam sehari in syaa Allah benjolan tersebut kempis secara perlahan-lahan.

Pelatihan PAZ di Kampus Putri

Beliau juga menyampaikan makanan yang baik dan yang tidak baik (ghayru thayyib), seperti halnya buah Apel, hakikatnya buah Apel baik untuk dikonsumsi akan tetapi karena buah Apel tersebut mengandung pengawet menjadi ‘ghayru thayyib’ untuk diri kita sehingga energi yang ada dalam diri kita berkurang sedikit demi sedikit.

Peserta workshop kali ini pun begitu antusias, mereka yang memiliki riwayat-riwayat penyakit baik lama maupun baru dengan tanggap langsung berkonsultasi dengan Ustadz Nuzli.

Pelatihan PAZ di Kampus Putra

Dengan adanya workshop ini harapannya adalah agar para mahsiswa dan mahasiswi yang nantinya akan diterjunkan ke masyarakat, bisa menerapkan metode terapi yang mudah dan sangat simple ini. Tanpa harus merujuk ke dokter umum, karena saat ini di akhir zaman pengobatan medis lebih ke arah Barat dan mereka hanya menakut-nakuti pasiennya. (Dinda/reporter KPM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*