Bidang Karakter Adakan Daurah Ruqyah Syar’iyyah untuk Mahasiswi

STIDNATSIR.AC.ID – Bidang Pembinaan Karakter Kampus Putri STID Mohammad Natsir menyelenggarakan Daurah Ruqyah Syar’iyyah pada Ahad, (16/02/20). Daurah ini dipandu oleh Ustadz Sudarmoko, Lc., M.Kom.I dan diikuti oleh mahasiswi semester IV.

Ruqyah berarti perlindungan yang merupakan bacaan-bacaan dari Al-Qur’an, maupun dengan sifat-sifat Allah, dan do’a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diperuntukkan bagi orang yang terkena musibah, seperti orang yang terkena penyakit panas dan kemasukan jin atau musibah lainnya. Tak lupa beliau sampaikan, bahwasannya ruqyah sebagai sarana serta proses pengobatan dan bukan sebagai proses penyembuhan. Karena yang dapat menyembuhkan itu hanyalah Allah semata dan itu adalah hak-Nya.

Suasana dauroh ruqyah syariyah yang dipandu oleh Ustadz Sudarmoko, Lc., M.Kom.I

Ruqyah, kata ustadz Sudarmoko ada 2: Pertama, Ruqyah Syar’iyyah. Yaitu ruqyah yang tidak ada unsur kesyirikan di dalamnya. Dan yang kedua, Ruqyah Syirkiyyah yang di dalamnya terdapat unsur kesyirikan. Adapun syarat-syarat dalam ruqyah yang disampaikan oleh ustadz menurut pendapat Imam Asy-Syuyuthi: Pertama, diambil dari Al-Qur’an, Asma’ Allah, dan Sifat-Nya. Kedua, dengan bahasa Arab atau dengan bahasa apa saja yang dapat dipahami. Ketiga, meyakini bahwa ruqyah tidak memberi pengaruh dengan sendirinya, melainkan Allah-lah yang memberinya pengaruh sehingga dapat mengobati pasien ruqyah.

Peluang jin dalam menggoda manusia ada beberapa macam. Bisa dari nasab, amalan, sihir, dan juga ‘ain. Di antaranya, nasab dan amalan itu saling terkait. Karena nasab akan muncul karena suatu amalan. Dan yang paling dahsyat dari peluang itu adalah ‘ain. Karena sesuatu yang dapat mendahului takdir, ialah ‘ain. Mulai dari tatapan mata seseorang apabila takjub maupun iri dapat mendatangkan ‘ain bagi objeknya meskipun objek tersebut tidak ada dihadapannya. “Maka setiap takjub, harus selalu ingat kepada Allah dan ucapkan ‘maasyaa Allah,’” katanya.

Baca juga : Civitas Akademika STID M Natsir Pelajari Metode Pengobatan Akhir Zaman

Beliau juga mengatakan, kondisi seseorang itu berpengaruh pada seberapa besar potensi jin terhadap manusia. Manusia yang sakit lebih rentan untuk terkena gangguan jin. Oleh karenanya, beliau berpesan agar setiap muslim selalu menjaga ibadah dan juga amalan-amalan sunnah meskipun kecil (seperti mengerjakan adab-adab sehari-hari dan menjaga wudhu), serta senantiasa menjaga kesehatan dirinya. [Nur Deliyanti Yunia]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*