Ketua Dewan Negeri Kedah, “Guru Kami adalah Pak Natsir”

STIDNATSIR.AC.ID – Dalam kunjungan ke Kedah, Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji bersama rombongan Dewan Da’wah diundang oleh Ketua DPRD Negeri Kedah YB Dato’ Ahmad bin Kassim untuk berkunjung ke kantornya di Wisma Darul Aman Alor Setar Kedah. Undangan ini disampaikan dikarenakan Dato’ Ahmad mengaku memiliki hubungan cukup dekat dengan Dewan Da’wah dan Pak Natsir. Maka pada hari Senin (17/2/20), rombongan Dewan Da’wah memenuhi undangan tersebut.

Rombongan Dewan Da’wah yang terdiri atas Dr. Mohammad Noer (Wakil Ketua Umum), Dr. Ahmad Zain Annajah (Ketua Majelis Fatwa) dan Dr. Ahmad Misbahul Anam (Ketua Bidang Da’wah) diterima oleh Dato’ Ahmad di kantornya di Gedung E lantai 4 komplek Wisma Darul Aman Kedah.

Dalam sambutannya, anggota Dewan dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) ini mengaku sangat senang dapat menjamu rombongan dari Dewan Da’wah. Sebab ia menjelaskan bahwa ketika muda dulu, ia beberapa kali berkunjung ke kantor Dewan Da’wah di Kramat Raya 45, “Saat itu kami diterima oleh Hussein Umar,” ujarnya. Karena itulah begitu mendengar rombongan Dewan Da’wah datang ke Kedah, ia mengundang ke kantornya. Ia kemudian menjelaskan bahwa ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia), tempatnya dikader ketika muda, memiliki kedekatan yang spesial dengan Dewan Da’wah. “Salah seorang guru kami adalah Pak Natsir,” ujarnya.

Berita terkait : STID Mohammad Natsir Hadiri Multaqa Dakwah Nusantara di Malaysia

Dato’ Ahmad juga menjelaskan, bahwa sesungguhnya ia adalah orang da’wah, namun terpaksa masuk ke dunia politik karena ditugaskan kawan-kawannya. “Saya sebetulnya kurang nyaman di dunia politik ini, jiwa saya ini jiwa da’wah, tapi kan Pak Natsir mengatakan bahwa kita harus berpolitik melalui jalur Da’wah dan berda’wah melalui jalur politik,” terangnya. Dengan nasehat Pak Natsir itulah ia kuatkan dirinya untuk berda’wah melalui jalur politik.

Dato’ Ahmad menerima buku hadiah buku Biografi Mohammad Natsir dan buku Fiqhud Da’wah

Dato’ Ahmad berharap generasi muda sekarang, khususnya di Malaysia, dapat mengenal Pak Natsir dan ajaran-ajaran da’wahnya. Agar mereka memiliki panduan dalam menjalankan kewajiban da’wahnya, terutama ketika harus berda’wah melalui jalur politik. “Politik ini banyak helah kan, orang da’wah tak biasa dengan berhelah ini,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara Dr. Mohammad Noer menyampaikan terimakasih kepada Dato’ Ahmad karena telah mengundang rombongan Dewan Da’wah ke kantornya. Ia menjelaskan maksud kedatangan rombongan Dewan Da’wah ke Malaysia adalah untuk semakin mempererat hubungan Dewan Da’wah dengan beberapa pihak di Malaysia yang selama ini sudah terjalin. Selain itu juga bermaksud untuk bersilaturrahim dengan beberapa perguruan tinggi dalam rangka mendiskusikan kemungkinan kerjasama dengan STID Mohammad Natsir. Selanjutnya ia memberikan apresiasi kepada Dato’ Ahmad karena telah rela mengorbankan kecondongan jiwanya yang lebih nyaman di dunia da’wah untuk berjuang di jalur politik. “Kita perlu juga orang-orang yang berjuang di jalur politik, karena bagaimanapun kebijakan Negara berada di tangan para politisi,” terangnya. Selanjutnya Dr. Noer mendorong Dato’ Ahmad untuk terus memperjuangkan nilai-nilai da’wah agar dapat diterapkan di dunia politik.

Baca juga : STID Mohammad Natsir Lanjutkan Kerjasama Program Beasiswa Pendidikan 1000 Da’i dengan BAMUIS BNI

Di akhir pertemuan, rombongan Dewan Da’wah mendapat hadiah paket buku dan majalah dari Dato’ Ahmad. Sementara rombongan Dewan Da’wah menghadiahkan buku Fiqhud Da’wah dan Biografi Mohammad Natsir kepada Dato’ Ahmad. Mendapat hadiah tersebut Dato’ Ahmad berujar, “Buku ini (Fiqhud Da’wah, pen) sudah khatam berkali-kali saya baca.” katanya. [AZ]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*