Ketua STID M Natsir Kunjungi Ma’had Tarbiah Islamiyah Derang

STIDNATSIR.AC.ID – Salah satu lembaga pendidikan yang dikunjungi oleh Ketua STID Mohammad Natsir saat mengikuti rombongan Dewan Da’wah dalam lawatannya ke Malaysia adalah Maahad Tarbiah Islamiyah yang terletak di daerah Derang Pokok Sena Kedah, pada Senin, (17/2/20) lalu. Mahad ini dikunjungi karena pada tahun 2017 lalu rombongan mereka sempat datang berkunjung ke kantor Dewan Da’wah Pusat di Kramat Raya 45.

Untuk sampai ke lokasi Maahad Tarbiah ini, dari Selangor, rombongan menggunakan Bis double decker menuju Kedah. Perjalanan ditempuh selama tujuh jam. Turun di terminal Alor Setar, ibukota negeri Kedah. Dari Alor Setar perjalanan dilanjutkan selama satu jam dengan mobil milik Maahad yang disupiri oleh Ustadz Bilal menuju perkampungan Derang. Satu perkampungan yang masih asri dan segar. Namun demikian, maahad ini termasuk salah satu maahad terbesar di Kedah dengan jumlah murid mencapai 800 orang.

Maahad Tarbiah didirikan oleh Syaikh Ni’mat Yusuf pada tahun 1967. Kini, setelah Syaikh Ni’mat wafat, Maahad Tarbiah dipimpin oleh Syaikh Ahmad Fahmi Zamzami Al-Banjari sebagai Syaikhul Ma’had, dan Syaikh Abdul Majid bin Abu Bakar sebagai Mudir Ma’had.

Rombongan Dewan Da’wah dan STID M Natsir foto bersama Syaikh Fahmi dan Pimpinan Ma’had Tarbiah lainnya

Dalam obrolan dengan Syaikh Fahmi dan beberapa Ustadz di Maahad ini, jelaslah bahwa Maahad Tarbiah memiliki ikatan emosional dengan Dewan Da’wah karena para pendiri dan pengasuh maahad ini adalah para aktivis ABIM yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Dewan Da’wah. Disamping itu, pria asal Banjar Kalimantan Timur ini menjelaskan bahwa kedua lembaga ini juga sama-sama bergerak di dunia da’wah. “Kita memang bisa jadi berbeda dalam hal ubudiyah, namun itu tidak menghalangi kita untuk bekerjasama dalam da’wah,” ujarnya.

Lebih jauh, kedua lembaga ini juga dipertemukan dalam satu ikatan perjuangan antar dua orang tokoh Islam internasional, yaitu Mohammad Natsir dan Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi. Dewan Da’wah adalah lembaga yang sangat identik dengan Pak Natsir sebagai pendiri dan Ketuanya. Sementara Maahad Tarbiah identik dengan Syaikh Ali An-Nadwi, karena pimpinan dan ustadz di maahad ini banyak belajar di Nadwatul Ulama Lucknow India yang pernah lama dipimpin Syaikh Ali An-Nadwi.

Bahkan Syaikh Ali An-Nadwi sendiri pernah berkunjung ke Maahad Tarbiah dan meresmikan satu bangunan gedung yang kini dinamakan Gedung Syaikh Ali An-Nadwi. Kedua tokoh ini memiliki hubungan dekat karena memiliki semangat perjuangan yang sama, membangkitkan umat Islam dari keterpurukannya. Keduanya juga adalah pendiri Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam). Bahkan keduanya mendapatkan King Faisal Award di tahun yang sama, tahun 1980.

Ketua STID M Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji menyerahkan kenang-kenangan kepada Syaikh Fahmi

Baca juga : STID Mohammad Natsir Hadiri Multaqa Dakwah Nusantara di Malaysia

Dalam pertemuan resmi ini, rombongan Dewan Da’wah dan Pimpinan Maahad Tarbiah sepakat meningkatkan hubungan kedua lembaga ke arah yang lebih baik lagi.  Syaikh Fahmi, sebagai murid dari Syaikh Ali An-Nadwi, diharapkan dapat memberikan kuliah umum mengenai pemikiran Syaikh Ali An-Nadwi di Dewan Da’wah dan kampus STID Mohammad Natsir. Sementara Dewan Da’wah diharapkan dapat menerima santri lulusan Maahad Tarbiah untuk melanjutkan pendidikan di STID Mohammad Natsir. Syaikh Fahmi juga mengajak Dewan Da’wah untuk bekerjasama melakukan kegiatan-kegiatan da’wah di Kalimantan Timur, karena ia juga mendirikan empat pondok pesantren di beberapa tempat di Kalimantan Timur dengan nama Yayasan Islam Nurul Hidayah (Yasin). Syaikh Fahmi juga menyatakan kesiapannya menyalurkan para alumni STID Mohammad Natsir yang akan berda’wah di pedalaman Kalimantan Timur. [AZ]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*