Mahasiswi Program Kafilah Dakwah Ikuti Pelatihan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an Metode Yassarna

STIDNATSIR.AC.ID – Mengapa kita menghafal Al-Qur’an?. Sebuah pertanyaan sederhana yang dilontarkan oleh ustadz Abdul Aziz Abu Jawrah selaku pemateri dalam acara pelatihan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan metode Yassarna, yang diikuti oleh seluruh peserta Kafilah Da’wah (Kafda) Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir, Ahad (15/3/20), di Kampus Putri STID M Natsir Cipayung.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, ustadz asal Lamongan tersebut menyobek sebuah kertas yang lusuh dan membaginya menjadi dua bagian. Beliau berkata, “Adakah yang mau beli kertas ini seharga 500 ribu?”. Tentunya para peserta Kafilah Dakwah menjawab tidak dengan lantangnya. “Jika kertasnya tidak ada yang beli, bolehkah kertas ini saya buang?” Tanya ustadz Abdul Aziz dengan logat jawanya. Dengan kompaknya para peserta menjawab boleh.

Ustadz Abdul Aziz pun bertanya kembali tentang bagian kertas yang kedua. “Kertas ini berisikan ayat Al-Qur’an bolehkah saya buang?”, Ucapnya sambil memasangkan wajah yang serius. Tentunya para peserta menjawab tidak boleh.

Dari perumpaan tersebut ada kesimpulan yang dapat diambil bahwasanya dengan Al-Qur’an semua hal akan menjadi berharga, bernilai bahkan mulia, seperti halnya kertas yang lusuh tersebut yang diisikan dengan ayat Al-Qur’an.

Membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan metode “Yassarna” ini sangat memudahkan guru ngaji, orang tua yang hendak mengajari anaknya mengenal huruf hijaiyah, bahkan metode ini bisa diterapkan untuk orang dewasa juga.Tahap pertama yang dilakukan selain mengenalkan huruf ada mengenalkan harokat pada huruf hijaiyah. Seperti harokat fathah, kasroh, dan dhomah. Setelah tahap pertama lancar maka anak yang sudah mampu membaca Al-Qur’an.

Sedangkan untuk menghafal Al-Qur’an dengan metode “Yassarna” sangat mudah dipahami dan diterapkan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Kunci atau inti dari metode ini adalah metode ikhlas karna Allah. Sebab jika tujuannya bukan karna Allah tentu akan sulit.

“Mulai saat ini, ubah mindset kita yang menganggap mengahafal Al-Qur’an itu sulit menjadi ; bismillah saya bisa menghafal Al-Qur’an, saya cerdas, saya mampu menghafal satu halaman Al-Qur’an dengan durasi 10 menit”. Ujar Ustadz berpostur tubuh kecil namun bersuara lantang itu.

Pelatihan ini menjadi bekal bagi peserta Kafilah Dakwah 2020 untuk mengajarkan Al Qur’an kepada masyarakat yang akan dilaksanakan pada 13 April mendatang. [MARWAH]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*