TAUSYIYAH UNTUK KADER DA’I DI KAMPUNG HALAMAN

Oleh Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I
(Ketua STID Mohammad Natsir)

Kader da’i, para mahasiswa STID Mohammad Natsir, yang dirahmati Allah Swt.,

Hari-hari belakangan ini kita semua menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan, terutama terkait dengan semakin mewabahnya virus Corona di tengah-tengah masyarakat kita.

Sehingga kondisi itu memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap proses perkuliahan dan proses pengabdian kita di Kampus Da’wah ini.

Semoga Allah Swt. memberikan kekuatan iman kepada kita dan segera mengangkat wabah ini dari tengah-tengah kita.

Dampak yang paling kita rasakan dari wabah tersebut adalah dengan dipulangkannya antum semua ke rumah masing-masing dan dialihkannya kuliah tatap muka menjadi kuliah online. Ini semua kita lakukan sebagai bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menghindari dan menahan laju penyebaran wabah virus Corona, sesuai dengan petunjuk dan arahan dari pemerintah dan Dewan Da’wah Pusat.

Kader da’i yang dirahmati Allah Swt.,

Untuk itu ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan kepada antum semuanya, yaitu:

Pertama, mari sama-sama kita terima dan kita hadapi cobaan dari Allah Swt., berupa mewabahnya virus Corona ini, dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepadaNya.

Karena keimanan dan ketaqwaan itulah, kita hadapi cobaan ini dengan kesabaran, agar kita menjadi orang-orang yang mendapatkan kabar gembira.

Allah Swt. Berfirman:

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)

Keimanan dan ketaqwaan itupun akan meringankan cobaan yang sedang kita hadapi, sebab kita senantiasa meyakini, seberat apapun cobaan ini kita rasakan, masih tetap lebih ringan jika dibandingkan dengan cobaan yang dihadapi oleh para Nabi dan Rasul Allah Swt.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. ketika menjawab pertanyaan salah seorang sahabat beliau tentang siapa yang paling berat cobaanya.

Beliau kemudian bersabda:

الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”

Semoga dengan keimanan dan ketaqwaan kita, dengan kesabaran dan ketawakalan kita dalam menghadapi cobaan ini, Allah Swt. menggugurkan dosa-dosa kita semua.

Karena itu, jangan lupa untuk senantiasa berdo’a kepada Allah Swt. agar Allah Swt. senantiasa menancapkan keimanan dan kataqwaan dalam hati kita, ketawakalan dan keikhlasan serta kesabaran dalam hati kita, dalam menghadapi berbagai cobaan, terutama cobaan wabah virus Corona ini.

Kedua, mari sama-sama kita tunaikan dengan sungguh-sungguh amanah sebagai pencari ilmu (tholibul ‘ilm), sekalipun dalam kondisi yang mungkin banyak keterbatasan seperti sekarang ini.

Bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti kuliah online dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh para dosen.

Jaga amal harian yang sudah biasa antum lakukan di asrama ataupun di masjid tempat antum magang. Termasuk dan terutama membaca dzikir pagi dan petang. Jika masih ada waktu, isi dengan menambah ilmu dari sumber lain; membaca buku, menyimak kajian online, dan cara-cara lainnya.

Ingatlah selalu bahwa salah satu keutamaan yang diberikan kepada orang yang mencari ilmu adalah senantiasa dinaungi oleh para malaikat dan senantiasa dimintakan ampunan oleh mahluk Allah yang ada di langit dan di bumi, bahkan sampai binatang-binatang yang ada di dasar lautan.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:

منْ سَلَكَ طَريقًا يَبْتَغِي فِيهِ علْمًا سهَّل اللَّه لَه طَريقًا إِلَى الجنةِ، وَإنَّ الملائِكَةَ لَتَضَعُ أجْنِحَتَهَا لِطالب الْعِلْمِ رِضًا بِما يَصْنَعُ، وَإنَّ الْعالِم لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ منْ في السَّمَواتِ ومنْ فِي الأرْضِ حتَّى الحِيتانُ في الماءِ. )رواهُ أَبُو داود والترمذيُّ(

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga. Para malaikat akan membentangkan sayapnya untuk menaungi penuntut imu karena ridho dengan mereka. Semua mahluk yang ada di langit maupun di bumi, bahkan sampai ikan-ikan yang ada di dasar lautan akan memintakan ampun bagi para penuntut ilmu.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Kita berharap, semoga keutamaan-keutamaan ini, menjadi salah satu perantara agar wabah virus Corona ini segera Allah Swt. angkat dari tengah-tengah kita.

Ketiga, sebagai seorang kader da’i, fenomena wabah Corona ini, harus dapat kita manfaatkan untuk menda’wahi ummat kita, menguatkan aqidah mereka. Banyak ajaran-ajaran dalam agama kita yang sangat berkaitan dengan fenomena wabah virus Corona ini yang dapat kita da’wahkan kepada ummat.

Misalnya, merebaknya wabah Corona ini menimbulkan ketakutan di tengah-tengah ummat kita. Maka ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk menjelaskan tentang konsep cinta, pengharapan dan rasa takut (Hubb, Roja dan Khauf) kita kepada Allah Swt.

Demikian juga dengan ajaran tentang tawakal yang selama ini sudah sering kita da’wahkan kepada ummat, inilah momentum yang tepat untuk kita sampaikan kembali dengan penekanan yang lebih tegas, karena sangat berkaitan dengan sikap seorang muslim seharusnya dalam menghadapi wabah virus Corona ini.

Tentu saja, ajaran Islam tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi wabah juga menjadi satu materi yang wajib kita sampaikan. Sehingga masyarakat kita senantiasa menjadikan ajaran Islam sebagai panduan dalam kehidupannya, termasuk dalam rangka menghadapi wabah virus Corona ini.

Pelaksanaan kewajiban da’wah ini, semoga dapat menghindarkan kita semua dari fitnah yang akan melanda satu kaum secara menyeluruh, jika kewajiban da’wah tidak ditegakkan.

Sebagaimana peringatan Allah Swt.:

وَٱتَّقُواْ فِتۡنَةٗ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمۡ خَآصَّةٗۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢٥

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25)

Keempat, sebagai seorang da’i, kita pun berkewajiban untuk memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat tentang wabah virus Corona ini.

Kita merasakan betapa infromasi yang masyarakat dapatkan dari media sosial, banyak menimbulkan kepanikan, kebingungan dan ketidakpastian.

Maka kita harus dapat membantu masyarakat agar mereka mendapatkan informasi yang benar terkait wabah virus Corona ini. Kita arahkan masyarakat agar lebih mendahulukan informasi yang berasal dari pemerintah dan lembaga-lembaga atau orang-orang yang memiliki otoritas di bidangnya masing-masing terkait dengan wabah ini.

Kita arahkan agar mereka mendahulukan informasi dari para dokter dalam memandang wabah ini dari sudut pandang kesehatan. Kita arahkan agar mereka mendahulukan informasi dari MUI dan ormas-ormas Islam dalam memandang wabah ini dari sudut pandang agama.

Sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan benar untuk menuntun mereka dalam menghadapi wabah Corona ini.

Kelima, manfaatkan keberadaan antum di rumah sebaik-baiknya untuk berbakti kepada kedua orangtua (birrul-waalidain). Ini adalah kesempatan emas yang amat jarang antum dapatkan.

Ingatlah selalu bahwa orangtua adalah jalan utama bagi seorang anak untuk mendapatkan keridoan Allah Swt. Orangtua adalah jalan tercepat dan terpendek bagi seorang anak untuk masuk ke dalam surgaNya Allah Swt.

Mintalah do’a dari mereka untuk keselamatan antum dan kita semua, di dunia maupun di akhirat. Karena do’a orangtua bagi anaknya adalah termasuk do’a yang diijabah oleh Allah Swt.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud)

Demikian beberapa pesan yang dapat saya sampaikan. Semoga usaha kita yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan amanah tholabul-ilm dan amanah da’wah ini, menjadi salah satu perantara (washilah) dilindunginya diri kita dan keluarga kita serta diangkatnya segera wabah virus Corona ini dari tengah-tengah kehidupan kita. Aamiin yaa rabbal’aalamiin
➖➖➖
Jakarta, 26 Maret 2020

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*