Beberapa Sikap Masyarakat Terhadap Kondisi Wabah Virus Corona (Covid-19)

Oleh :M. Ulin Nuha

Golongan yang pertama yaitu golongan yang identik dengan Jabariyah, mereka adalah orang yang mengatakan:”Kita Hanya takut kepada Allah, kalau waktunya mati ya akan mati walau bukan karena corona”

Golongan kedua yaitu golongan yang identik dengan Qodariyah. Mereka mengatakan “kalau kita bisa jaga diri maka kita tidak akan mungkin bisa tertular atau ini fenomena alam jangan dikaitkan dengan agama”

Dan yang ketiga adalah golongan yang sesuai Ahlussunnah waljamaah mereka akan berkata “semua terjadi atas kehendak Allah tapi kita tetap harus waspada”.

Setidaknya 3 perkataan seperti itulah yang beredar di masyarakat, Tapi sebenarnya perkataan seperti itu memiliki landasan ideologis tersendiri, walau pun kita tidak bisa serta merta langsung mengklaim orang yang berkata seperti itu qodariyah atau jabariyah. Karena kemungkinan mereka berkata karena ketidakpahamanya terhadap ilmu Aqidah

Jabariyah adalah, Salah satu aliran yang disepakati ulama telah menyimpang dari aqidah Islam yang lurus, Kelompok ini meyakini bahwa manusia hanya sepeti wayang yang tak punya kendali sama sekali, segala sesuatu disandarkan mutlak kepada Allah, baik itu nasib, taqdir bahkan perbuatan zolim dan maksiat sekalipun. Seperti perkataan,” apa terjadi pada diriku adalah apa yang dikehendaki tuhan”

Jadi ketika mereka berbuat dosa sperti maksiat dan kemungkaran mereka akan mencari pembenaran dengan mengatakan “Aku mencuri karena Allah yang menghendaki aku mencuri”. Perkataan itu jelas tidak benar dan batil. Hal ini pernah terjadi di masa Umar bin Khattab, maka Umar pun menjawab “dan aku kan memotong tanganmu dengan izin Allah.

pemahaman seperti ini bisanya dianut oleh kaum liberal yang semena-mena mentafsirkan ayat al Qur’an dan hadis hanya untuk membenarkan perbuatanya. Khusus dalam masalah covid-19 orang Yang menagatkan “Aku tidak takut sama corona, hanya takut kepada Allah” sehingga mereka bersikap acuh, dan melangar aturan tidak peduli keselamatan terhadap dirinya sendiri dan orang lain, tidak berikhtiar untuk waspada menjaga jarak dan menghindari kerumunan masa, padahal ulama dan pemerintah telah banyak mengingatkan bahaya penyakit ini. mereka Yang berkata seperti itu secara tidak sadar telah terjerumus dalam keyakinan Jabariyah.

Qodariyah Adalah. Ia berasal dari kata قرد Yang artinya adalah kehendak. Pemahaman ini adalah kebalikan dari faham jabariyah, kalau jabariyah berlebihan (Ghulu) dalam menisbatkan taqdir kepada Allah sedangkan qodariyah berlebihan dalam menisbatkan taqdir kepada mahluk, Mereka meyakini bahwa apa yang terjadi kepada manusia adalah kehendak dia sendiri, tanpa ada campur tangan tuhan, seperti perkataan “kalau berobat ya sembuh kalau gak ya gak mati”, “kalau kerja ya dapat rizqi kalau tidak ya tidak dapat”.

Keyaqinan seperti ini dianut oleh kaum mu’tazilah, atau yang lebih populer di masa kini sebut kelompok sekuler, mereka selalu ingin memisahkan agama dari aspek kehidupan Karena mereka hanya mengunakan agama untuk ritual ibadah saja, sedangkan untuk masalah sosial mereka lebih cenderung percaya terhadap sesuatu yang bersifat empiris (nyata bagi logika). Karena mereka menempatkan akal di atas wahyu.

Termasuk dalam covid-19 ini mereka Yang memiliki pemikiran seperti ini sangat sibuk dengan metode dan rumus dunia tetapi melupakan aspek ruhiyah bahwa ini semua dari Allah, mereka sama sekali tidak melirik solusi Dan sebab masalah ini dari sudut pandang agama. Mereka akan berkata “Penyakit ini disebabkan oleh virus, jangan dikait-kaitkan dengan agama apapun”. Paham seperti ini juga sudah disepakati para ulama menyimpang dari Aqidah islam yang lurus.

3 Ahlu sunnah wal jamah. Ahlu sunnah waljaah sebagi firqoh Najiah (golongan Yang selamat). Adalah pertengahan di antara keduanya yaitu meyakini bahwa semua Yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Allah namun manusia tetap wajib berikhtair untuk mencapai keinginanya, maka dari itulah disebut ahlu sunnah adalah kelompok yang wahotiyyah (pertengahan)
Ahlu sunnah waljaah adalah golongan Yang berpegang teguh pada Al Quran Dan hadis dengan pemahaman kaum salafususshalih.

Bercermin kepada Rasulullah adalah orang Yang paling bertaqwa dan tawakal kepada Allah, hal itu tidak membuat rasulullah tidak berikhtiar tetapi rasulullah juga bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya, juga berobat ketika sakit, juga berhijrah untuk menghindari penyiksaan orang kafir, juga berperang untuk mempertahankan Islam.

Khusus masalah Covid-19 sikap Ahlusunnah wal jamaah adalah sikap Yang dulu pernah dipraktikan Rasulullah, ketika menghadapi wabah menular yang mematikan seperti covid-19

Ketika menghadapi wabah penyakit yang mematikan, Rasulullah SAW mengingatkan,”Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka, apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari darinya (keluar dari tempat itu).” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Dari hadis itu tampaklah bahwa disitu ada keyaqinan bawha penyakit itu dari Allah Dan kita tetap harus berusaha menghindarinya, Rasulullah melarang umatnya untuk masuk ke wilayah yang terjangkit, dan melarang penduduk yang di dalamnya untuk keluar, hal ini kemudian pada saat ini di sebut dengan Lockdown atau karantina wilayah. Diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda;
“Larilah dari orang yang sakit lepra, sebagaimana kamu lari dari singa.”

Sebagaimana bentuk ikhtiar rasulullah juga mengingatkan “Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Yang kemudia pada saat ini hal ini di namakan oleh WHO dengan istilah sosial distancing. Masyaalh ternyata sebelum dan teknologi dan penelitian apapun ternyata Sosial distance dan lockdown sudah pernah diterapkan rasulullah

Hadis-hadis itulah Yang kemudian menjadi pertimbanga para ulama untuk berfatwa meniadakan shalat jamaah, masjid shalat jumat, umrah Dan kegiatan -kegiatan lainya.

Nah jadi gak usah marah-marah kalau ada masjid dilockdown, shalat jama’ah diliburkan, karena semua itu ulama sudah punya landasan yang kuat sebelum berfatwa. Saya mengerti terkadang memang ada orang yang sangat cinta dengan masjid tetapi segala sesuatu harus di ukur dengan ilmu.

Dalam aspek Rukhiyah Rasulullah tetap memerintahakan untuk bertawakal kepada Allah, dengan mengjarkan doa kepada kaum muslimin ketika terjadi wabah,.

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئ الاسقام

Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.”

Doa ini diriwayatkan oleh Imam abu dawud dengan sanad yang shahih,
Jadi kalau takut jangan lupa sertakan doa ini dalam doa” seharian kita.

Wallahua’lam.
Al Faqir
M. Ulin Nuha

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*