Ikuti Sidang Skripsi Daring Perdana di Masa Pandemi, Begini Kesan Lulusan Tercepat Penyelesaian Studi

STIDNATSIR.AC.ID – Supriyanto, mahasiswa semester 8 Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, menjadi mahasiswa pertama yang melaksanakan sidang skripsi secara daring, sekaligus menjadi yang tercepat dalam penyelesaian studi. Ia mengaku memiliki kesan tersendiri saat proses sidang skripsi berlangsung.

STID Mohammad Natsir menggelar sidang skripsi perdana di masa darurat pandemi covid 19, pada Selasa (23/6/20) via aplikasi pertemuan daring. Sebagai implementasi maklumat perkuliahan Ketua STID Mohammad Natsir 27 Mei lalu, mahasiswa tetap diimbau untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan dari rumah masing-masing, kecuali bagi mahasiswa semester akhir yang dapat datang ke kampus, maka sidang skripsi dan PKL dapat dilaksanakan secara luring (offline) sesuai Standar Operasional Prosedur yang telah ditentukan Bidang Akademik dan Penelitian STID Mohammad Natsir.

Bertindak sebagai Ketua merangkap Penguji Sidang, Ustadz Lukman, M.Pd.I., Pembaca merangkap Penguji, Ustadz Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I dan Pembimbing sekaligus Penguji, Ustadz Imam Taufik Alkhottob, M.Pd.I. Dalam pengantar sidang, Ketua Sidang menyampaikan bahwa sidang skripsi via daring ini, perdana dilaksanakan di kampus. Walaupun demikian, tidak mengurangi keseriusan sidang. Di samping itu, ini juga menjadi bukti bahwa Covid 19 tidak mengurangi keseriusan mahasiswa dalam melakukan penelitian

Menjadi yang pertama dalam pengaplikasian Sidang Skripsi daring, Supriyanto mengaku memiliki kesan tersendiri saat proses sidang skripsi berlangsung.

“Saat awal melakukan ujian skripsi pastinya deg-degan karena ini pertamanya ana melakukan ujian skripsi secara online,” ungkapnya saat dihubungi via media pesan elektronik.

Selain itu, mahasiswa asal Riau ini juga kerap mengalami kendala jaringan saat ujian, seperti sinyal yang labil sehingga sedikit menghambat komunikasi. Saat penelitian, ia juga mengalami beberapa kendala, seperti keterbatasan komunikasi dengan objek penelitian. Meski demikian, Supri tidak menyangka bisa menyelesaikan penelitiannya dengan cepat. Dengan demikian ia berhak menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos).

Supriyanto, S. Sos, berharap aktivitas kampus dapat berjalan normal kembali, dan memberikan pesan kepada rekan sejawatnya yang tengah berjuang merampungkan penelitiannya.

“Semoga kita bisa kembali lagi ke kampus tercinta. Untuk teman-teman yang belum mendapatkan judul, dan yang sedang mengerjakan skripsi tetap semangat dan terus jalin komunikasi secara intens kepada para dosen pembimbing agar target penyelesaian skripsinya tercapai,” pesannya.

Tak jauh berbeda dengan model ujian luring, mahasiswa tetap harus memenuhi persyaratan sidang, hanya saja dalam ujian daring mahasiswa hanya perlu mengirimkan soft copy file skripsinya kepada Dewan Penguji. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*