Adakan Pertemuan, Yayasan Nur Semesta dan STID Mohammad Natsir Capai Beberapa Kesepakatan Kerjasama

STIDNATSIR.AC.ID – Pengurus Yayasan Nur Semesta, Ustadz Hasbi Sen, M. Hum dan Bahrul Qamar, MA mengunjungi Kampus Putra STID Mohammad Natsir pada hari Senin (10/8/20) dalam rangka berbagi wawasan mengenai kiprah da’wah Syeikh Badiuzzaman Said Nursi serta diskusi mengenai peluang kerjasama. Acara ini dihadiri oleh para Kepala Bidang personalia Kampus STID Mohammad Natsir.

Ustadz Hasbi Sen berasal dari Negeri Turki dan telah menetap selama 18 tahun di Indonesia, beliau merintis komunitas Risalah Nur bersama kolega untuk memperkenalkan budaya Islam di turki khususnya perjuangan Badiuzzaman Said Nursi membumikan syariat Islam di negeri Transkontinental itu., “Setiap pekan kami mengadakan kajian, bedah buku, Seminar, Kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Tokoh-Tokoh Nasional.” terangnya.

Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengungkapkan, di antara alasan Yayasan Nur Semesta mempromosikan Said Nursi sebagai figur perjuangan Islam di Turki ialah karena perhatian dan semangatnya yang besar dalam mempelajari dan mengajarkan Islam.

Lahir di masa Pemerintahan Turki Usmani pada tahun 1887 M tatkala khazanah keislaman tengah berkembang pesat, di usia 14 tahun ia sudah menguasai pelbagai disiplin ilmu agama seperti; Ilmu Tafsir, Fiqh, dan lainnya. Bahkan menghafal dan faham kitab-kitab agama yang tebal. Selain cerdas akademik, ia juga mahir berperang hingga sempat tertawan di Rusia selama 2 tahun sebelum akhirnya melarikan diri ke Istanbul.

Kemudian, ia juga dikenal rajin menulis buku selama terkurung di balik jeruji penjara, baginya menulis buku merupakan salah satu cara paling jitu saat itu untuk mempertahankan keislaman kaum muslimin. Terlebih saat Kemal Attaturk merekonstruksi Negara Turki menjadi Negara Sekuler, keislaman di Turki dirasa sudah raib, undang-undang dirubah kebarat-baratan, adzan dirubah menjadi bahasa Turki, dan mendikotomikan antara politik dan agama. Risalah Nur sudah dicetak dan diterjemahkan di 60 negara.

Ia melanjutkan, Di Turki, Jamaah Nur (perkumpulan Kajian Said Nursi) tidak memiliki sekolah formal hanya berbentuk asrama. Jama’ah Nur sangat berkembang pesat di Negara Amerika Latin seperti Brazil, Argentina, Bolivia, dan lainnya. Dalam setahun, lebih dari 10.000 orang masuk Islam.

Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, Ketua STID Mohammad Natsir menyambut baik kedatangan Yayasan Nur Semesta ke kampus STID Mohammad Natsir, ia melihat persamaan-persamaan yang mencolok dalam diri Syeikh Badiuzzaman Said Nursi dan Mohammad Natsir, salah satunya kedua Tokoh ini sangat meyakini bahwa Politik dan Agama merupakan dua elemen yang integralistik.

Sejak awal Dewan Da’wah fokus pada pengkaderan da’i untuk da’wah pedalaman, suku terasing, minoritas muslim, mualaf, dan daerah perbatasan. Daerah perkotaan tidak menjadi prioritas da’wah bagi Dewan Da’wah sebab telah banyak da’i yang menaruh perhatian dengan problematika da’wah di sana. Oleh sebab itu, Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir saat ini berusaha melahirkan minimal 120 da’i dan da’iyah tiap tahunnya. “Tentu jumlah ini sangat kontras (sedikit) dengan jumlah umat di pedalaman,” bebernya.

Dr. Ujang Habibi, M.Pd.I, Dosen STID Mohammad Natsir yang pernah menulis Tesis tentang Da’wah Said Nursi dan telah mengenal lama Ustadz Hasbi Sen, mengatakan kerjasama akademik antar kedua belah pihak dapat semakin mengenalkan ketokohan Said Nursi kepada masyarakat akademik khususnya.

Berita Terkait : Anomali Turki, Catatan Dr. Ujang Habibi dalam Shortcourse Said Nursi di Turki

Kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerjasama. Sebagai langkah awal, Yayasan Nur Semesta siap menambahkan perbendaharaan karya-karya Said Nursi untuk perpustakaan STID dan dalam waktu dekat akan berkolaborasi dalam webinar internasional. Ustadz Hasbi Sen juga bersedia memberikan informasi mengenai beasiswa kuliah di Turki bagi mahasiswa dan tenaga pendidik STID Mohammad Natsir. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*