STID Mohammad Natsir Jalin Kerjasama Akademik Dengan Yayasan Nur Semesta

STIDNATSIR.AC.ID – Sekolah Tinggi Ilmu da’wah Mohammad Natsir menjalin kerjasama akademik dengan Yayasan Nur Semesta. Penandatanganan MoU dilakukan di Markas Yayasan Nur Semesta, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Selasa (1/9/2020) lalu. Dalam pertemuan ini, nota kesepakatan ditandatangani langsung oleh Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I., Ketua Yayasan Nur Semesta, Dr. Muhbib Abdul Wahab, MA., Waket II Bidang Administrasi dan Keuangan STID M Natsir, Dr. Ujang Habibi, M.Pd.I., dan Pembina Yayasan Nur Semesta, Hasbi Sen, M. Hum. Turut hadir dalam pertemuan ini, Waket I Bidang Akademik, Imam Taufik Alkhotob, M.Pd.IM. , Waket III Bidang Kemahasiswaan, Aan Handriyani, M.Ag dan Ketua Prodi KPI, Lukman, M.Pd.I

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dan kunjungan balasan dari kunjungan Yayasan Nur Semesta ke Kampus STID Mohammad Natsir 10 Agustus lalu. Ketua STID M Natsir, Dr. Dwi mengatakan bahwa, kedua figur di belakang dua lembaga ini tak perlu diragukan lagi andilnya dalam dunia da’wah. Banyak pula kesamaan di antara Mohammad Natsir dan Said Nursi dalam perjalanan da’wahnya. Oleh sebab itu, jika berkolaborasi dengan baik, tentu akan menjadi manuver da’wah yang luar biasa.

Kemudian, Dr. Muhbib menimpali, sebagai da’i dan anak ideologis yang meneruskan risalah da’wah para pendahulunya, sejatinya tak hanya da’wah dari mimbar yang dijadikan corong da’wah, daya menulis juga harus ditingkatkan oleh da’i. Budaya inilah yang menjadikan para aktivis da’wah dahulu eksis dan meninggalkan warisan berharga bagi para kadernya, “Sebagai da’i, kita juga jangan hanya menjalankan da’wah yang formatif, tapi juga harus dibukukan agar menjadi warisan ilmu. Ini bisa bekerjasama dengan Fakultas Da’wah UIN (Syarif Hidayatulllah Jakarta) misalnya,” ucap Dosen Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu. Ia melihat, sudah banyak ilmuwan dan peneliti yang menyusun Ensiklopedia Al Qur’an, Ekonomi, dan keilmuan lainnya, namun belum ada yang menyusun secara komprehensif Ensiklopedia Da’wah.

“Wawasan Islam harus menjadi referensi da’i,” imbuhnya. Yayasan Nur Semesta juga membuka diri dengan senang hati mengajarkan bahasa Turki bagi civitas akademika STID Mohammad Natsir yang ingin memperdalam sejarah Islam Turki, serta memfasilitasi short course di Turki.

Dengan penandatanganan kerjasama ini, maka beberapa program akan direalisasikan dalam beberapa waktu ke depan, seperti launching Said Nursi Corner di Perpustakaan STID M Natsir, Webinar Da’wah Internasional, dan sebagainya. Kini kolaborasi tak hanya menjadi tren, melainkan menjadi kekuatan da’wah yang berdampak besar dan cepat. Kolaborasi antara dua intitusi yang sevisi maupun berbeda kutub opini bisa menjadi akselerator perkembangan mutu daripada bergerak sendiri-sendiri. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*