235 Mahasiswa dan Mahasiswi Baru Jalani Masa Ta’aruf

STIDNATSIR.AC.ID – Sebanyak 158 mahasiswa dan 77 mahasiswi baru Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir mengikuti Mastama (Masa Ta’aruf Mahasiswa/i) Tahun Akademik 2020 – 2021 secara daring pada Senin hingga Rabu (7-9/9/20). Masih rentannya resiko penularan Covid 19, menjadi alasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim melarang penyelenggaraan perkuliahan tatap muka di perguruan tinggi hingga saat ini.

Mastama dibuka dengan sambutan dari Ketua STID Mohammad Natsir, Ustadz Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I. beliau menyampaikan bahwa, Mastama merupakan upaya dalam mengenalkan kampus lebih dekat kepada mahasiswa baru. Mengenal sejarah, profil kampus dan pewarisan nilai-nilai kepada mahasiswa baru merupakan substansi masa orientasi di Kampus STID Mohammad Natsir dari tahun ke tahun, -tidak ada perpeloncoan yang justru disinyalir malah menumbuhkan rantai dendam bukan menciptakan rantai persaudaraan-ed.

Beliau melanjutkan, tidak ada jalan yang paling ampuh untuk merubah kemungkaran kecuali jalan da’wah, dan orang-orang yang meniti jalan mulia ini akan menjadi orang yang mulia sebagaimana firman Allah dalam surat Fushilat

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kemudian, dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan 3 hal penting kepada mahasiswa dan mahasiswi baru, pertama mahasiswa dan mahasiswi baru yang diterima di kampus da’wah ini merupakan orang-orang yang telah Allah pilih sebagai satu pasukan khusus untuk berjuang di jalan Allah. Sejatinya semua orang yang beriman telah mengemban amanah da’wah di pundaknya sejak mengikrarkan dirinya sebagai mu’min, namun harus ada orang-orang khusus yang konsentrasi mempelajari ilmu da’wah (tafaqqquh fiid diin) dan mengajak ke jalan Allah (liyundziru qowmahum). Kedua, jalan-jalan da’wah selalu ada cobaan dan halangan yang merintang, dapat berupa cobaan dari manusia, setan dan jin. Tantangan da’wah saat ini adalah da’wah digital. Transisi masyarakat konvensional ke digital menjadi lahan da’wah baru bagi da’i, timbul maksiat-maksiat digital dan virtual yang tentu berbeda cara penanganannya.

Ketiga, Sabar di jalan da’wah. mengetahui akan banyaknya krikil di jalan da’wah, kader da’i harus senantiasa melatih kesabaran dalam proses pengkaderan di kampus ini. Oleh sebab itu, saling menasehati antar sesama menjadi sangat krusial sebagai modal da’wah. lantas beliau mengutip perkataan Allah yarham Mohammad Natsir, “Satu kali kamu mencemplungkan diri dari kebaikan dan mengajak kepada kebaikan, melarang pada keburukan, maka teguhlah dari segala cobaan,”

Beliau melanjutkan, nilai utama (hot value) yang diusung oleh Kampus STID Mohammad Natsir adalah penanaman nilai-nilai karakter da’i. Di akhir sambutannya, beliau berharap Mastama ini memberikan banyak pengetahuan awal dan pemompa semangat bagi kader da’i terutama di masa-masa sulit ini.

Ketua panitia Mastama Tahun Akademik 2020 – 2021, Ustadz Musmardi Afit, S.Kom.I mengatakan Masa orientasi yang dilaksanakan selama tiga hari pada 7-9 September ini wajib diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi baru, serta menjadi bekal untuk memulai perkuliahan dan pengkaderan. Para peserta Mastama juga diimbau agar menulis rangkuman dari tiap materi yang disampaikan oleh pembicara. Materi yang disampaikan berupa pewarisan nilai dari para orang tua di Dewan Da’wah di antaranya Ustadz H. Abdul Wahid Alwi, MA., Ustadz Dr. Mohammad Noer., dan Drs. H. Amlir Syaifa Yasin, MA selaku Wakil Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat dan Ustadz Dr. Imam Zamroji, MA selaku Ketua Bidang Pendidikan Dewan Da’wah. Serta pengenalan bidang-bidang di Kampus STID Mohammad Natsir, seperti Bidang Akademik oleh Waket I Bidang Akademik, Ustadz Imam Taufik Alkhotob, M.Pd.I., Bidang Administrasi dan Keuangan oleh Waket II Bidang Administrasi Keuangan, Ustadz Dr. Ujang Habibi, M.Pd.I., Bidang Kemahasiswaan oleh Waket III Bidang Kemahasiswaan, Ustadz Aan Handriyani, M.Ag., serta Pesantren Mahasiswa oleh Ustadz Suhaidi, M.Pd. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*