Gelar Kuliah Perdana, STID Mohammad Natsir Undang Ustadz Amir Faishal Fath Jadi Pembicara

STIDNATSIR.AC.ID – Memulai proses perkuliahan di tahun ajaran baru, Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir menggelar Kuliah Perdana Tahun Akademik 2020 – 2021, pada Senin (14/9/20) lalu.

Diikuti lebih dari 400 mahasiswa dan mahasiswi serta segenap staf kampus melalui jejaring YouTube Dakho TV, Kuliah Perdana di semester ganjil ini diisi oleh Ustadz Dr. Amir Faishal Fath, MA, selaku Da’i, Pendiri Yayasan Fath Qurani Center dan Lembaga Darut Tafsir Fath Institute, dengan tema Kaderisasi Dai Ilalaah Melanjutkan Estafeta Da’wah Para Nabi.

Wakil Ketua I Bidang Akademik, Ustadz Imam Taufik Alkhotob, M.Pd.I menyampaikan dalam sambutannya, bahwa Kampus STID Mohammad Natsir merupakan institusi pendidikan yang berjuang di kancah da’wah, serta menaruh perhatian penting dalam pengkaderan da’i. Di masa sulit ini, setiap da’i tentu membutuhkan stimulus agar istiqomah menempuh jalan penuh rintangan ini. Ustadz Imam berharap, dengan mengikuti kuliah perdana ini mahasiswa dan mahasiswi mendapat motivasi dan stamina yang kuat dalam rangka mengarungi perkuliahan. Beliau juga mengimbau agar mahasiswa menyimak dengan seksama materi yang disampaikan oleh pembicara dalam acara ini.

Mengawali penjelasannya, Ustadz Amir Faishal menjelaskan, bahwa Allah menggunakan Da’wah artinya mengajak kepada sasaran yang sederajat-horizontal, dengan kata lain, da’wah merupakan tugas manusia pada sesamanya. Berbeda dengan tholaba dan amaro yang maknanya lebih vertikal. “Kata da’wah ini sangat umum, sehingga semua hamba Allah bisa melakukannya. Jadi ini bukan hanya tugas ulama, tapi juga tugas setiap orang beriman untuk mengajak.” terangnya.

Juri Kompetisi Hafizh Indonesia di salah satu televisi swasta yang akrab disapa Abi Amir tersebut juga mengklasifikasikan visi da’wah pada dua jenis, yaitu Da’wah Ila AlJannah dan Da’wah ila Annaar, “Kalo bahasa sosmed itu ngeshare, kalo ngesharenya bermanfaat maka itu da’watu ilal jannah, tapi kalo mengajak pada maksiat, maka itu da’wah ila an naar. Sama dengan orang-orang beriman, setan juga berda’wah. Jadi persaingan ketat sampai hari kiamat adalah da’wah ke surga dan da’wah ke neraka. sayangnya da’wah ke neraka itu gencar sekali.” ucapnya.

Menurutnya, da’wah bukan hanya dengan ceramah. Justru banyak yang berhasil berda’wah dengan memanfaatkan jabatannya, seperti para birokrat, dan sebagainya. Begitu pula dengan YouTuber, facebooker dan pegiat media sosial lainnya. Bukan hanya menikmati Islam, tapi berjuang untuk Islam. Seharusnya tiap umat Islam berda’wah minimal pada keluarganya, agar kebaikan itu mengalir. “من دل على خير كفاعله,” ucapnya mengutip salah satu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Ustadz Amir melanjutkan, tidak ada yang sedahsyat pahala berda’wah. Orang yang ibadah hanya mengalir pahalanya pada ibadah terkait. Tapi berda’wah, pahala orang-orang yang melakukannya akan mengalir kepada yang mengajarkannya walaupun ia sudah meninggal.

Da’wah makna at Ta’lim (mengajarkan) yang membutuhkan Tafaqquh fid Diin adalah tugas ulama. Tapi da’wah makna Dalla (menunjukkan) adalah tugas semua orang beriman. “Apapun profesi kita, apapun jabatan kita, kaya-miskin kita, jiwa kita untuk berda’wah. Da’wahnya pejabat adalah saat membuat kebijakan, tanda tangan…,” ketusnya.

Secara sosial, kata Ustadz Amir, Da’i menghadapi 3 model kaum: Muslim, Nonmuslim, dan Tokoh-tokoh. Muslim ada yang sholih dan ada yang belum sholih, yang sudah sholih diajak menjadi mushlih, yang belum sholih diajak menjadi sholih, lalu diajak menjadi mushlih.

Lantas, ia juga menyinggung soal kesalahpahaman sebagian da’i dalam beragama, yaitu membawa fiqh jihad dalam darus silmi. Artinya menyulut api perang di dalam negeri yang dihuni oleh orang Kafir yang dilindungi secara hukum/tidak berbuat kerusakan.

Seorang da’i harus konsisten dalam berda’wah, tidak bungkam dengan kemungkaran, tidak terintervensi oleh iming-iming para elite penguasa, lalu memutar lidah menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Justru seharusnya da’ilah yang mengintervensi para penguasa agar tidak berbuat dzalim dan bertaqwa kepada Allah.

Acara Kuliah Perdana ini berjalan dengan lancar, para peserta menyimak dengan seksama serta mengaku terkesima dengan pemaparan pembicara. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*