KPZ Laznas Dewan Da’wah dan DKM Masjid Wadhah Al Bahr Bagikan Sembako pada Ratusan Warga Dhuafa

STIDNATSIR.AC.ID – Masih menyeruaknya pandemi virus covid 19, berdampak pada lesunya kegiatan ekonomi warga, pemutusan hubungan kerja dan beragam problematika lainnya. Di masa resesi ini, selain masyarakat dituntut bekerja keras untuk bertahan hidup, sebagai sesama manusia sikap solidaritas mesti terus diinisiasi oleh para aktivis kemanusiaan.

KPZ (Kantor Pelayanan Zakat) Laznas Tambun bekerjasama dengan Masjid Wadhah Al Bahr Tambun membagikan bantuan berupa sembako kepada 100 warga dhuafa di sekitar Pusdiklat Dewan Da’wah pada Selasa (6/10/20). Sebelumnya Tim KPZ dan DKM Masjid Wadhah Al Bahr mensensus dan membagikan kupon sembako kepada 100 warga yang terindikasi mengalami kesulitan ekonomi, dengan tujuan agar warga yang terjaring benar-benar berhak menerima bantuan.

Direktur KPZ Laznas Dewan Da’wah Tambun, Ustadz Mohammad Firdaus, M. Kom.I mengatakan, kegiatan Bakti Sosial ini terlaksana berkat donasi para donatur yang disalurkan melalui Laznas Dewan Da’wah dan akan diadakan secara berkala.

Kegiatan Bakti Sosial ini dilaksanakan di Balai Bina An Nisa Masjid Wadhah Al Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah Tambun. Selain membagikan bantuan berupa sembako, panitia juga memberikan tausiyah kepada masyarakat, karena menghadapi masa resesi ini tak cukup bermodalkan imun nan kebal, tanpa iman nan tebal. Tentunya dengan tetap memperhatikan prokol pencegahan penularan Covid 19.

Ketua DKM Masjid Wadhah Al Bahr, Ustadz Dr. Ujang Habibi, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan, ia mewakili segenap pengurus DKM Masjid Wadhah Al Bahr mengucapkan terima kasih kepada para donatur, “Kami mengucapkan terima kasih Jazakumullahu Khairan kepada seluruh donatur atas kepeduliannya kepada saudara-saudaranya yang terdampak Pandemi Covid 19 dari sisi ekonomi, sekali lagi kami hanya menyampaikan amanah para donatur kepada bapak ibu sekalian …, ” ucapnya.

Kemudian Ustadz Imam Taufik Al Khotob, M.Pd.I dalam tausiyahnya menyampaikan mengenai Membangun Keluarga yang Bertaqwa. Lantas beliau memberikan contoh melalui kisah Mubarok perihal keamanahan beliau dalam bermuamalah kepada orang lain, sikap wara’ nya menjadikannya tidak menghalalkan cara yang haram di saat berada pada kondisi ekonomi yang sulit, hingga kelak dari rahim istrinyalah lahir seorang ulama besar di zamannya, yaitu Abdullah bin Mubarok. “Inilah salah satu contoh agung, bahwa membangun keluarga sakinah, yang bertaqwa, yang takut pada Allah, ialah dimulai dari diri kita sendiri…, ” simpul Dosen STID Mohammad Natsir itu.

Acara ini berjalan dengan lancar, warga mengaku sangat terbantu dengan pembagian bantuan ini kala pemasukan tak menentu. Bahkan beberapa ’emak-emak’ terlihat tak mampu menyembunyikan siluet wajah gembiranya sesaat setelah menerima sejumlah sembako yang dibagikan panitia, “Ya Allah, ustadz terima kasih banyak. Mudah-mudahan berkah ya ustadz, …, ” ungkap salah seorang emak kepada panitia. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*