DEMA Akhiri Masa Jabatan, Ketua STID Mohammad Natsir Berikan Wejangan

STIDNATSIR.AC.ID – Dewan Eksekutif Mahasiswa STID Mohammad Natsir periode 2019-2020 resmi mengakhiri masa jabatannya pada Sabtu (24/10/20) dalam acara Musyawarah Besar DEMA STID M Natsir yang digelar secara daring dari Kampus Putra STID Mohammad Natsir.

Ketua STID M Natsir, Dr. Dwi Budiman, Assiroji, M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan, bahwa sejak awal DEMA (dahulu BEM -ed) dibentuk tidak hanya bertujuan untuk menjadi lembaga formal intrakampus, namun diharapkan menjadi kendaraan berlatih kemampuan kepemimpinan. Ia juga mengatakan bahwa berorganisasi harus diniatkan karena Allah. “Ketika tujuannya hanya menunaikan tugas maka sudah selesai, tapi jika diniatkan karena Allah maka akan menjadi amal jariah,” pesannya.

“DEMA kita harus berbeda dengan kampus luar, yakni ada unsur da’wah. Maka pergantian pengurus ini menjadi pembelajaran atau rantai kepemimpinan yang terus berlanjut,”.

Tahun ini memang bukan tahun yang mudah bagi semua kalangan. Sejatinya sudah banyak yang ingin direncanakan oleh DEMA tapi banyak halangan, di antaranya adalah pandemi virus corona. “Hikmahnya bahwa jalan da’wah tidak selamanya mulus. Jalan tol di Jawa tidak selalu lancar dibanding jalan tol Jakarta,” ucapnya.

Pada Mubes daring ini, masing-masing divisi menyampaikan laporan pertanggung jawaban. Kemudian ditetapkan Ketua Umum beserta pengurus DEMA STID Mohammad Natsir periode 2020-2021, berdasarkan keputusan musyawarah Dewan Syuro Mahasiswa atas persetujuan Waket III Bidang Kemahasiswaan. Para mahasiswa turut melihat prosesi Mubes melalui aplikasi daring dari rumah masing-masing.

Mubes merupakan salah satu upaya estafeta perjuangan dalam organisasi agar kepemimpinan dapat terus berlanjut dari masa ke masa. Selanjutnya para eks pengurus DEMA akan fokus merampungkan kewajiban penelitiannya menyusun skripsi sebagai syarat akhir penyelesaian perkuliahan.

Pada kepengurusan baru periode 2020-2021, terpilih M. Ridho Ilahi sebagai Ketua I, Ali Ibrahim sebagai Ketua II, Muhammad Zahroni Izzatul Akbar sebagai Sekretaris dan Eri Irawan sebagai Bendahara. [FR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*