Bekasi, Momen Wisuda Sarjana (S1) ke-16 dan Tasyakur 56 Tahun STID Mohammad Natsir yang digelar di Bekasi, Sabtu (25/7/2026), menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para wali dan keluarga wisudawan yang turut hadir menyaksikan prosesi kelulusan.
Dalam wawancara bersama Tim Marwah, salah seorang wali wisudawan mengungkapkan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan kepada anggota keluarganya yang berhasil menyelesaikan pendidikan di STID Mohammad Natsir.
“Alasannya tentu jelas karena saya memiliki saudara yang diwisuda. Ini adalah momen bahagia yang harus kami hadiri. Sebagai kakaknya, saya ingin memberikan dukungan dan semangat atas pencapaian yang telah diraih,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai momen yang paling berkesan, ia mengaku sangat tersentuh oleh penyampaian kesan dan pesan dari para wisudawan. Menurutnya, ungkapan tersebut mengingatkan akan besarnya perjuangan orang tua dalam mendidik dan mengantarkan anak-anak mereka hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.

“Masya Allah, penyampaian kesan dan pesan dari para mahasiswa sangat menyentuh hati. Saya sampai hampir menangis karena teringat perjuangan orang tua dalam membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya. Itu menjadi momen yang paling berkesan bagi saya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan acara yang dinilai berlangsung tertib dan lancar. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik berkat kerja sama panitia dan seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, dari segi pelaksanaan semuanya berjalan dengan lancar. Semoga ke depannya STID Mohammad Natsir semakin sukses dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti ini,” katanya.
Menanggapi peran lulusan STID Mohammad Natsir, ia menilai bahwa para alumni memiliki tanggung jawab besar dalam mengemban amanah dakwah. Sebagai lembaga pendidikan dakwah, STID Mohammad Natsir diharapkan terus melahirkan dai dan daiyah yang kompeten untuk menjawab kebutuhan umat, baik di berbagai daerah di Indonesia maupun di tingkat internasional.
“Menurut saya, peran lulusan STID Mohammad Natsir sangat penting. Indonesia, bahkan hingga luar negeri, membutuhkan dai-dai yang berkompeten. Insya Allah lulusan dari sini akan memberikan dampak yang besar dan membawa manfaat bagi masyarakat,”.
Wawancara ini menunjukkan bahwa keberhasilan seorang wisudawan merupakan buah dari perjuangan bersama antara mahasiswa, keluarga, dan para pendidik. Dukungan keluarga yang terus mengiringi proses pendidikan menjadi penyemangat bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian dan mengemban amanah dakwah di tengah masyarakat.
(Hasanah/Marwah)

