Mukaddimah
Segala puji hanya milik Allah جل جلاله, Tuhan semesta alam, yang dengan nikmat, hidayah, dan taufik-Nya kita senantiasa diberikan kemampuan untuk terus menuntut ilmu, mengkaji persoalan umat, dan berjuang menjaga kemurnian ajaran Islam Ahlus Sunnah wal-Jama’ah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Sebagai lembaga kemahasiswaan yang berada di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID), keberadaan Jam’iyah Bahtsul Masail merupakan wujud komitmen intelektual mahasiswa dalam menjaga tradisi ilmiah, memperkokoh kemampuan istinbath hukum, serta meningkatkan kepekaan terhadap persoalan keagamaan dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Tradisi bahtsul masail merupakan metode diskusi ilmiah yang diwariskan para ulama, bertujuan menggali solusi hukum syar’i melalui kajian mendalam terhadap turats (khazanah kitab kuning), nash Al-Qur’an dan Hadits, serta pertimbangan maslahat dengan tetap berpegang pada manhaj Ahlus Sunnah wal-Jama’ah. Di lingkungan mahasiswa STID, kegiatan ini menjadi sarana pengembangan kecakapan intelektual, kecerdasan spiritual, serta etika dialog sesuai nilai-nilai da’wah yang rahmatan lil-‘alamin Untuk mewujudkan arah gerak yang terstruktur dan profesional, diperlukan suatu landasan hukum organisasi yang mampu memberikan panduan dalam menjalankan kegiatan secara sistematis, tertib, dan berkesinambungan.
Tujuan
Terwujudnya kader Da’I yang paham akan maslahat umat Islam, melalui metodeBahtsul Masail yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits, serta bertanggu jawab atas terwujudnya masyarakat yang sejahtera
Ruang Lingkup Kegiatan
- Melaksanakan forum Bahtsul Masail secara rutin, baik tingkat internal maupun antarlembaga, sebagai sarana latihan ilmiah dalam mengkaji persoalan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.
- Mengembangkan kemampuan istinbath dan kajian kitab, melalui halaqah, kajian kitab kuning, pelatihan fiqh, ushul fiqh, dan metodologi penetapan hukum.
- Mendorong kader untuk memahami realitas umat, melalui diskusi isu kontemporer, penelitian lapangan, dan kajian problem kekinian yang menyangkut kepentingan masyarakat.
- Menyusun hasil bahtsul masail dalam bentuk risalah, buletin, atau publikasi ilmiah sebagai bahan edukasi untuk mahasiswa dan masyarakat.
- Menanamkan akhlak ilmiah dan adab berdebat, agar setiap kegiatan JBM berjalan dengan suasana ukhuwah, saling menghormati, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.

