Jakarta Pusat (16/9/2025) – Masjid Al-Furqan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia pusat, kembali menjadi saksi kegiatan pembinaan bagi mahasiswa STID Mohammad Natsir. Pada kesempatan kali ini, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., hadir melaksanakan shalat Subuh berjamaah sekaligus menyampaikan tausiyah kepada para mahasiswa semester 7 yang sedang mengikuti program Pesantren Mahasiswa Masjid Al-Furqan.
Dalam tausiyahnya, Prof. Didin menekankan bahwa dalam dakwah, seorang dai tidak seharusnya terikat pada hasil, melainkan fokus pada proses. “Hasil bukanlah urusan kita, melainkan urusan Allah SWT. Tugas seorang dai hanyalah menyampaikan risalah dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan konsistensi,”

Beliau mencontohkan dakwah Nabi Nuh ‘alaihissalām yang berlangsung selama 950 tahun tanpa henti, siang dan malam, dengan penuh kesungguhan. Meski hasil yang tampak secara kasat mata sangat sedikit, namun terkandung pelajaran besar bahwa Allah SWT menilai keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah dakwah, bukan sekadar banyaknya jumlah pengikut.
Prof. Didin menutup tausiyahnya dengan mengingatkan tentang tiga hal utama yang harus dijaga dalam amal kehidupan sehari-hari, yaitu Takliful Qulub (pembinaan hati), Takliful Fikr (pembinaan pemikiran), dan Takliful Harakah (pembinaan gerakan).
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa STID Mohammad Natsir semakin termotivasi untuk menata niat, memperkuat konsistensi, dan menghidupkan semangat dakwah di manapun mereka berada, sehingga lahir generasi dai yang ikhlas, sabar, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. (MZ)


