Tahapan Pengkaderan

Tahapan Pengkaderan

Sebagai lembaga pengkaderan da’i, Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir memiliki sistem pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan. Proses pengkaderan tersebut dibagi ke dalam tiga tahapan utama, yaitu:

Tahap I Pengkaderan Berbasis Asrama

Pada tahap ini, seluruh mahasiswa wajib tinggal di asrama selama dua tahun pertama (semester I–IV) dan mengikuti program Pesantren Mahasiswa/i (Pesma/Pesmi).
Adapun target pengkaderan pada tahap ini meliputi:

1.  Penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
2.  Hafalan Al-Qur’an minimal 5 juz.
3.  Hafalan 42 Hadis Arba’in An-Nawawi.
4.  Penguatan ‘Ulum ad-Dīn dan ‘Ulum ad-Da’wah.
5.  Pembentukan karakter da’i.

Tahap II (Ikhwan) Pengkaderan Berbasis Masjid (KPM)

Pada tahap kedua, mahasiswa wajib tinggal di masjid yang telah bekerja sama dengan kampus selama dua tahun berikutnya (semester V–VIII).
Target pengkaderan pada tahap ini meliputi:

1.  Penguatan keterampilan (skills) dakwah.
2.  Praktik dakwah di masyarakat melalui program pemagangan di masjid.
3.  Penguatan kompetensi keilmuan sesuai program studi.
4.  Praktik dakwah di daerah pedalaman melalui Program Kafilah Da’wah.

Tahap II (Akhwat) Pengkaderan Berbasis Majelis Ta’lim (KPMT)

Pada tahap kedua, mahasiswi  wajib membina majelis ta’lim disekitar kampus yang telah bekerja sama dengan kampus selama dua tahun berikutnya (semester V–VIII).
Target pengkaderan pada tahap ini meliputi:

1. Mahasiswa mampu mengelola majelis ta’lim sesuai tuntunan Al-Qur’an & Assunnah
2. Sebagai media perluas jaringan da’wah bagi STID Mohammad Natsir
3.  Penguatan kompetensi keilmuan sesuai program studi.
4.  Praktik dakwah di daerah pedalaman melalui Program Kafilah Da’wah.

Tahap III  Pengkaderan Berbasis Masyarakat

Pada tahap terakhir, seluruh mahasiswa wajib melaksanakan tugas pengabdian dakwah selama dua tahun bagi ikhwan dan satu tahun bagi akhwat, di daerah pedalaman, perbatasan, suku terasing, atau kawasan minoritas Muslim.
Tahapan ini menjadi bentuk nyata pengabdian dan pembuktian kesiapan para kader da’i dalam mengamalkan ilmu serta menebarkan dakwah Islam ke berbagai penjuru negeri.

Pesantren Mahasiswa

Muqaddimah Manusia membutuhkan Islam lebih dari sekadar kebutuhan jasmani, namun...