“Wakil Ketua MPR RI Bekali 225 Da’i Dewan Dakwah dengan Pesan Persatuan dan Dakwah Rahmatan lil ‘Alamin”

Jakarta, 8 Agustus 2025 — Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc., MA., memberikan tausiah dan motivasi dakwah kepada 225 da’i yang akan diberangkatkan ke berbagai daerah pelosok, perbatasan, dan pulau terluar Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Nusantara IV MPR RI, dalam rangkaian Pelepasan Da’i ke Penjuru Negeri yang digelar oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bersama STID Mohammad Natsir dan LAZNAS Dewan Dakwah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc., MA, menyampaikan penghargaan kepada Dewan Dakwah dan STID Mohammad Natsir yang konsisten melahirkan kader da’i siap mengabdi di tengah masyarakat. Beliau menegaskan bahwa dakwah dan komitmen kebangsaan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, mengacu pada perjuangan Dr. Mohammad Natsir melalui Mosi Integral 3 April 1950 yang berhasil mengembalikan Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NKRI adalah wadah bersama untuk mewujudkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dakwah bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh umat manusia dengan pendekatan yang memuliakan, menyatukan, dan membawa kedamaian,”.

Mengambil teladan dari Rasulullah ﷺ saat membangun masyarakat Madinah, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid,  mengajak para da’i untuk mengedepankan pendekatan dakwah yang menghormati kemanusiaan, menjalin persaudaraan lintas kelompok, dan memberi manfaat nyata. Beliau merangkum pesan dakwah dalam empat prinsip utama:

  1. Memuliakan manusia (Ya ayyuhan nas) — mengakui keberagaman dan menghormati semua pihak.

  2. Menyebarkan kedamaian (Afsyus salam) — hadir sebagai penyejuk, bukan pemecah.

  3. Menyambung silaturahim (Wasilul arham) — mempererat hubungan dengan semangat persaudaraan.

  4. Memberikan manfaat nyata (Wa’th’imu ath-tha’am) — menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan bahwa amar ma’ruf harus dilakukan dengan cara yang ma’ruf, dan nahi munkar tanpa kemungkaran, agar dakwah benar-benar menjadi rahmat bagi semua. “Para da’i harus membawa Islam yang memberi manfaat, memberdayakan umat, memperkuat persatuan, dan membangun masyarakat madani,” ujarnya.

Di akhir tausiahnya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga hubungan  dengan Allah melalui ibadah, terutama shalat malam, serta menjaga kemurnian niat. Ia mengutip sabda Nabi ﷺ, “Demi Allah, jika melalui dakwahmu ada satu orang mendapat hidayah, itu lebih baik bagimu daripada dunia dan seisinya.”

Para da’i yang diberangkatkan diharapkan menjadi ujung tombak dakwah yang memadukan keteguhan akidah, keluhuran akhlak, dan komitmen kebangsaan, demi terwujudnya Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. (Humas STID Mohammad Natsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *