Program Kelas Khusus (Kepakaran Syari’ah) di STID Mohammad Natsir Kampus Putri yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026, tepatnya September 2025, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal ini ditandai dengan capaian salah seorang mahasiswi, Fatimah Azzahra (Azza), yang berhasil menuntaskan target setoran 420 hadits dalam kitab Umdatul Ahkam karya Imam Abdul Ghani Al-Maqdisi pada Kamis, 11 Juni 2026 lalu.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi pelaksanaan angkatan perdana program ini. Dari sepuluh mahasiswi yang diterima melalui proses seleksi, Azza menjadi peserta pertama yang berhasil menyelesaikan target hafalan tersebut dalam kurun waktu kurang dari dua semester sejak program dimulai. Prestasi ini diharapkan menjadi kebanggaan bersama sekaligus pemantik semangat bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjaga konsistensi dalam menuntut ilmu.
Sebagai tindak lanjut, yang bersangkutan akan memasuki tahap penguatan hafalan Al-Qur’an 30 juz yang telah dimiliki sekaligus melaksanakan setoran ulang (murāja’ah) secara bertahap terhadap seluruh 420 hadits yang telah diselesaikan. Tahapan ini dirancang untuk menjaga kualitas hafalan sekaligus memperkokoh pemahaman terhadap dalil-dalil hukum yang menjadi landasan pengamalan syari’ah.
Capaian ini menjadi salah satu indikator positif perkembangan Program Kelas Kepakaran Syari’ah Putri serta menunjukkan komitmen program dalam membina mahasiswi yang unggul dalam hafalan, pemahaman, dan pengamalan ilmu syari’ah. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi seluruh peserta untuk terus menjaga semangat belajar, memperkuat hafalan, memperdalam pemahaman, serta mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
Menanggapi capaian tersebut, Ustadzah Anis Marsela, M.Pd selaku Koordinator Program menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan awal dari proses pembinaan yang lebih panjang. Menurutnya, “Program ini dirancang bukan untuk mencetak kader da’i yang hanya kuat dari sisi hafalan, namun diharapkan menjadi da’iyah dan pendidik yang memiliki fondasi ilmu syari’ah yang kokoh, sehingga hafalan yang dimiliki mampu melahirkan pemahaman yang benar, amal yang lurus, dan manfaat yang luas bagi umat.”
Semoga Allah Ta’ālā menerima setiap ikhtiar yang dilakukan, memberkahi para mahasiswi, para pembimbing, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam program ini, dan menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai ilmu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat.

