Menyalakan Kembali Semangat Da’wah, Apel Siaga Da’wah STID Mohammad Natsir Teguhkan Peran Pemuda Muslim dalam Membangun Negeri

Bekasi, 9 Juni 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM STID) kembali menyelenggarakan Apel Siaga Dakwah yang bertempat di Kampus Putra STID Mohammad Natsir, Bekasi, Selasa (09/06/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Peran Pemuda Muslim dalam Membangun Negara yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur” ini menghadirkan K.H. Teten Romly Qomaruddien, M.A. sebagai pemateri utama.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika STID Mohammad Natsir sebagai sarana memperkuat semangat dakwah dan meneguhkan peran pemuda Muslim dalam menjawab berbagai tantangan umat dan bangsa.

Dalam sambutannya, perwakilan BEM STID Mohammad Natsir, Aldino Yoga, menyampaikan bahwa Apel Siaga Dakwah merupakan momentum penting untuk kembali menguatkan semangat perjuangan dakwah di kalangan mahasiswa.

“Kesempatan yang penuh berkah ini menjadi sarana untuk mengecas kembali girah dan semangat dakwah. Sebagai pemuda Muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan yang menyeru kepada kebaikan, mengajak kepada yang makruf, dan mencegah kemungkaran,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan firman Allah dalam Surah Ali Imran sebagai landasan perjuangan dakwah serta mengamalkan pesan Rasulullah ﷺ tentang kewajiban mengubah kemungkaran sesuai kemampuan.

Pada kesempatan tersebut, Aldino turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir serta menginformasikan bahwa kegiatan Apel Siaga Dakwah kali ini merupakan Apel Siaga Da’wah terakhir yang diselenggarakan oleh kepengurusan BEM STID Mohammad Natsir periode 2025–2026.

Pemuda sebagai Pilar Kebangkitan Umat

Memasuki sesi orasi ilmiah, K.H. Teten Romly Qomaruddien, M.A. mengajak peserta untuk memahami kembali posisi strategis pemuda dalam sejarah perjuangan umat Islam. Beliau mencontohkan sosok K.H. Muhammad Isa Anshari, tokoh Masyumi yang dikenal sebagai “Singa Podium” karena kemampuan orasinya yang mampu membangkitkan semangat perjuangan umat.

Menurut beliau, pemuda tidak hanya dituntut memiliki semangat, tetapi juga fondasi keilmuan, akidah, dan organisasi yang kuat agar mampu berkontribusi dalam membangun peradaban Islam dan bangsa.

Dalam pemaparannya, beliau mengulas sepuluh pesan perjuangan K.H. Muhammad Isa Anshari yang relevan bagi generasi muda saat ini, yaitu:

  1. Isi dirimu.
  2. Rapatkan barisan.
  3. Tegakkan disiplin.
  4. Pelihara mutu.
  5. Pedomani teori.
  6. Miliki ketahanan berjuang.
  7. Bela kaum yang lemah.
  8. Canangkan kesatuan umat.
  9. Kuatkan kepemimpinan perjuangan.
  10. Amankan perjuangan.

Beliau menjelaskan bahwa pesan pertama, “isi dirimu”, menekankan pentingnya penguatan akidah sebagai fondasi perjuangan. Adapun “rapatkan barisan” menunjukkan pentingnya kebersamaan, organisasi, dan jamaah dalam menjalankan dakwah.

“Persatuan yang hakiki adalah persatuan yang dibangun di atas tali Allah yang kokoh. Karena itu, pemuda harus memiliki akidah yang kuat, semangat berjamaah, disiplin dalam perjuangan, dan kepedulian terhadap persoalan umat,”.

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa dakwah memerlukan kualitas sumber daya manusia yang baik, penguasaan teori yang benar, serta ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Melalui kegiatan Apel Siaga Dakwah ini, mahasiswa STID Mohammad Natsir diharapkan semakin memahami peran strategis pemuda sebagai penerus perjuangan dakwah dan pembangunan bangsa. Semangat yang diwariskan para tokoh umat menjadi inspirasi untuk terus menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat. (Humas STID Mohammad Natsir)

https://youtu.be/neoIV_0CVAs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *