Bukittinggi, Sumatera Barat — Mahasiswa Kafilah Da’wah STID Mohammad Natsir mengikuti Seminar Kemanusiaan bertajuk “Strategi Dakwah dan Pendekatan Psikososial di Tengah Bencana” yang diselenggarakan di Kantor Dewan Da’wah Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Senin (09/02/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Fahmil Samiron, Ketua Dewan Da’wah Bukittinggi, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya memahami dinamika sosial masyarakat terdampak bencana melalui perspektif sosiologi sebagai pijakan awal dalam merumuskan strategi dakwah yang tepat sasaran.
Beliau menekankan bahwa dakwah di wilayah terdampak bencana tidak hanya berbicara tentang penyampaian materi keislaman, tetapi juga tentang kehadiran yang menenangkan, menguatkan, dan membangun kembali harapan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan psikososial menjadi aspek yang sangat penting dalam proses pendampingan.
“Seorang da’i harus mampu membaca kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Dakwah di tengah bencana menuntut empati, kesabaran, serta kemampuan membangun komunikasi yang menguatkan,” ungkap beliau dalam sesi pemaparan.
Seminar ini juga mengulas metodologi dakwah yang relevan dengan konteks lapangan, khususnya dalam situasi krisis dan pascabencana. Pendekatan humanis, empatik, serta berorientasi pada pemulihan menjadi poin utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Bagi mahasiswa Kafilah Da’wah STID Mohammad Natsir, kegiatan ini menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri sebagai Da’i Ilallah yang siap terjun langsung ke tengah masyarakat, termasuk dalam kondisi darurat. Pemahaman tentang aspek psikologis korban terdampak diharapkan dapat memperkuat kapasitas mereka dalam melakukan pendampingan yang menyeluruh. (Humas STID Mohammad Natsir)

