“Mewujudkan Da’i Ilallah untuk Negeri: Sambutan Inspiratif Ketua STID Mohammad Natsir di Wisuda Sarjana ke-XV”

Bekasi, 19 Juli 2025 – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Auditorium Pusdiklat Dewan Da’wah, Tambun Selatan, pada Sabtu pagi, 23 Muharram 1447 H bertepatan dengan 19 Juli 2025 M. Hari itu menjadi momentum bersejarah bagi 189 wisudawan dan wisudawati yang resmi diwisuda dalam Wisuda Sarjana XV Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir, sebuah lembaga kaderisasi dai yang lahir dari rahim perjuangan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya acara wisuda yang penuh makna ini. Ia juga menyambut dengan hangat kehadiran Wakil Menteri Agama RI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., para anggota Senat, Pembina dan Pengurus Dewan Dakwah, para wali mahasiswa, tamu undangan, serta seluruh civitas akademika kampus.

Kampus Kaderisasi Dai, Bukan Sekadar Akademik

Dalam sambutannya, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I menegaskan kembali jati diri kampus STID Mohammad Natsir sebagai lembaga kaderisasi dai ilallah – bukan semata kampus akademik biasa. Ia menuturkan bahwa setiap mahasiswa yang diterima telah melalui seleksi untuk menjadi dai, bukan hanya mahasiswa pencari gelar.

“Kami tegaskan sejak awal bahwa mahasiswa yang masuk ke kampus ini bukan untuk menjadi sarjana semata, tapi untuk menjadi kader dakwah yang siap ditugaskan ke mana pun demi tegaknya Islam di pelosok Nusantara,”

Beliau juga menjelaskan tiga tahapan kaderisasi yang dijalani seluruh mahasiswa: pengkaderan berbasis asrama, berbasis masjid dan majelis taklim, hingga akhirnya pengkaderan berbasis masyarakat di daerah-daerah pelosok, terluar, dan perbatasan Indonesia.

Membentuk Karakter Dai Sejati

Selama empat tahun, para mahasiswa STID menjalani proses kaderisasi ketat: tinggal di asrama, menghafal Al-Qur’an dan hadits, serta membina masyarakat di sekitar melalui taman pendidikan Al-Qur’an, majelis taklim, dan komunitas pencinta masjid. Program Kafilah Da’wah Ramadan yang mengirim para mahasiswa ke ratusan titik di penjuru tanah air juga menjadi ajang latihan nyata sebelum mereka ditugaskan pascawisuda.

“Mereka yang hari ini diwisuda bukan menuntaskan perjalanan, melainkan memulai tahap baru: pengabdian selama minimal dua tahun di medan dakwah yang sesungguhnya,”.

Dakwah Tak Pernah Berhenti: Jejak Alumni Menembus Perbatasan

Dalam kesempatan itu, Ketua STID juga membagikan kisah inspiratif dari para alumni, seperti Ustadz Asyraf Abd Syakur, dai tangguh yang menetap di Aceh pascatsunami 2004, Ustadz Agus Nadi di Mentawai, hingga Ustadz Satono, alumni yang kini menjabat sebagai Bupati Sambas. Tak lupa disebut pula Ustadz  Kabir Kokop yang berdakwah di pedalaman Papua Barat dan Ustadz Sirazul Atfal yang mengabdi di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

“Mereka adalah teladan bagi para wisudawan hari ini. Semoga semangat dan keteguhan mereka menjadi warisan dan pelecut bagi kader-kader baru,”.

Membangun Masa Depan Dakwah: Dari Kampus ke Medan Juang

Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I juga melaporkan pencapaian STID Mohammad Natsir, termasuk akreditasi program studi oleh BAN-PT, jurnal ilmiah yang terakreditasi SINTA dan DOAJ, serta jumlah mahasiswa aktif dan alumni yang terus bertambah. Pada 2025 ini, STID menerima 200 mahasiswa baru dan meluluskan 189 alumni, menjadikan total alumni kini mencapai 1301 orang.

Menutup sambutannya, beliau menyampaikan rencana strategis ke depan:

“Kami mohon doa dan dukungan agar dalam waktu dekat STID dapat membuka Program Magister Ilmu Dakwah, sebagai lanjutan dari proses kaderisasi dai yang lebih mendalam dan berkualitas.”

Apresiasi dan Terima Kasih

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada berbagai pihak: Yayasan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, para donatur seperti LAZNAS Dewan Dakwah, Hudaya Safari , BAMUIS BNI, hingga Paragon dan Muhajir Project Peduli yang telah mendukung pembiayaan kaderisasi. Ia juga tak lupa menyapa hangat para wali wisudawan/ti yang telah mempercayakan anak-anaknya dididik menjadi pejuang dakwah.

“Hari ini adalah hari panen pahala untuk Bapak/Ibu semua. Insyaallah anak-anak kita akan menjadi sumber pahala jariyah yang terus mengalir,”

Dengan penuh harap, Dr. Dwi Budiman menyerahkan para wisudawan/ti kepada Dewan Dakwah untuk menjalani penugasan dakwah di berbagai titik strategis negeri ini. Sambutan beliau pun ditutup dengan doa agar dakwah Islam terus mengakar kuat di bumi Nusantara. (Mu’iz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *