Ketua STID Mohammad Natsir Sampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda Al-Qur’an ke-VII LTQ LPPM

Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, menyampaikan orasi ilmiah pada prosesi Wisuda Al-Qur’an ke-VII yang diselenggarakan oleh Lembaga Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an (LTQ) LPPM STID Mohammad Natsir, Sabtu, 22 November 2025. Acara ini menandai pengukuhan 75 lulusan program tahsin dan tahfidz yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an secara bertahap dan terstruktur.

Dalam orasinya, Ketua STID menegaskan bahwa pembinaan literasi Al-Qur’an merupakan fondasi utama pendidikan dakwah. Ia menekankan bahwa Al-Qur’an memiliki kedudukan sentral dalam membentuk kualitas intelektual dan moral umat.

“Ahlul Qur’an adalah kaum yang Allah muliakan. Para wisudawan hari ini bukan hanya menyelesaikan program, tetapi sedang menguatkan hubungan mereka dengan kitab suci yang menjadi sumber kemuliaan hidup,”

Beliau kemudian mengutip sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini dan merendahkan kaum yang lain karenanya.” Menurutnya, hadis tersebut menjadi pedoman bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an merupakan tolok ukur kemuliaan seorang muslim.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa tiga pilar penting bagi seluruh umat muslim dalam interaksinya dengan Al-Qur’an, melalui:

  1. Membaca dengan benar sesuai kaidah tajwid, baik dari mushaf maupun hafalan.
  2. Memahami makna dan pesan-pesannya, minimal melalui terjemahan dan kajian tafsir.
  3. Mengamalkan petunjuknya, sebagaimana teladan para sahabat yang mempraktikkan setiap ayat sebelum berpindah ke ayat berikutnya.

Beliau mengutip nasihat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengenai bahaya membaca Al-Qur’an tanpa mengamalkannya, sebagai peringatan dan introspeksi bagi generasi Qur’ani hari ini.

Ketua STID Mohammad Natsir juga menyampaikan harapannya agar para lulusan menjadi penggerak dakwah berbasis Qur’ani di masyarakat.

“Menjadi Hamilul Qur’an bukan sekadar mampu membaca atau menghafal, tetapi menjaga akhlak, amanah, dan integritas yang selaras dengan ajaran Al-Qur’an. Kami berharap para lulusan dapat berkontribusi dalam membina masyarakat melalui ilmu yang telah diperoleh,” tutupnya.

LTQ adalah lembaga resmi di bawah LPPM STID Mohammad Natsir yang fokus pada pembinaan tahsin, tahfidz, pemahaman tajwid, dan literasi Qur’ani. Program tahsinnya terdiri dari empat level pembelajaran, dilengkapi program tahfidz, tahlilah bagi anak-anak, serta pembelajaran bahasa Arab.

Wisuda Al-Qur’an ke-VII ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam melahirkan generasi yang memiliki fondasi kuat dalam ilmu Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *