Upgrade Wawasan Staf, STID Mohammad Natsir Perkuat Semangat Kaderisasi dan Orientasi Dakwah

Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir telah melaksanakan kegiatan Upgrade Wawasan Staff dan Penguatan Semangat Kaderisasi pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Kampus STID Mohammad Natsir. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.15 WIB dan diikuti oleh seluruh civitas akademika STID Mohammad Natsir.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan pemahaman, orientasi, dan peran strategis seluruh unsur kampus dalam proses kaderisasi da’i. Hadir sebagai pemateri utama, K.H. Abdul Wahid Alwi, Lc., M.A., yang menyampaikan tausiyah dan penguatan nilai keislaman serta sejarah perjuangan dakwah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Dalam pemaparannya, K.H. Abdul Wahid Alwi menjelaskan kandungan Surat Al-Qashash ayat 77, di mana Allah ﷻ mengingatkan manusia akan berbagai nikmat yang telah diberikan, seperti kesehatan, kesempatan, harta, serta sarana kehidupan lainnya. Seluruh nikmat tersebut, menurut beliau, harus diarahkan untuk meraih kebahagiaan akhirat tanpa mengabaikan tanggung jawab di dunia, karena orientasi akhirat dan dunia tidak dapat dipisahkan.

Beliau menegaskan bahwa apabila seseorang hanya berorientasi pada dunia semata, maka Allah akan menanamkan rasa kefakiran dalam dirinya dan keberkahan dari nikmat yang dimiliki akan hilang. Sebaliknya, ketika nikmat digunakan untuk kepentingan dakwah dan kemaslahatan umat, Allah akan melipatgandakan manfaat dan keberkahannya.

Sebagai contoh nyata, K.H. Abdul Wahid Alwi mengisahkan keteladanan Mohammad Natsir pasca bebas dari penjara. Tawaran hadiah pribadi dari Raja Faisal bin Abdul Aziz tidak digunakan untuk kepentingan diri, melainkan dialihkan menjadi beasiswa pendidikan bagi generasi muda Muslim Indonesia di Arab Saudi. Langkah tersebut menjadi cikal bakal lahirnya berbagai kader dan lembaga pendidikan Islam, serta memperkuat fondasi dakwah di Indonesia.

Beliau juga menuturkan perjalanan berdirinya Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pada tahun 1967 yang bermula dari keterbatasan sarana, namun berkembang berkat keikhlasan dan amanah dalam mengelola bantuan umat. Berbagai dukungan yang datang kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan masjid, asrama, sarana pendidikan, hingga berdirinya STID Mohammad Natsir sebagai pusat kaderisasi da’i nasional Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika STID Mohammad Natsir semakin memahami pentingnya orientasi akhirat dalam bekerja, menjaga amanah kaderisasi, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam secara berkelanjutan.

Kegiatan Upgrade Wawasan Staff ini menegaskan komitmen STID Mohammad Natsir dalam membangun SDM kampus yang profesional, amanah, dan memiliki visi dakwah yang kuat sebagai bagian dari perjuangan melayani umat dan bangsa.(Humas STID Mohammad Natsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *