STID Mohammad Natsir Kirim 171 Da’i ke 31 Provinsi dan Luar Negeri Selama Bulan Ramadhan 1447 H

STIDNATSIR.AC.ID — Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir kembali melaksanakan program Kafilah Dakwah sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada Ramadhan 1447 H, Sekolah Tinggi di bawah naungan Dewan Da’wah ini mengirimkan 171 da’i dan daiyah ke 31 provinsi di Indonesia serta luar negeri.

Pelepasan Kafilah Dakwah dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) bertempat di Auditorium Prof. HM. Rasjidi Kementerian Agama Republik Indonesia. Dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama RI, Pimpinan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, pimpinan STID Mohammad Natsir, serta para peserta Kafilah Dakwah.

Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama RI, Muhammad Fuad Nasar, M.Sc, menyampaikan bahwa Kementerian Agama RI mendukung pelaksanaan program Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir. Menurutnya, program ini memiliki peran penting dalam pembinaan keagamaan masyarakat.

Ia juga menyampaikan harapan agar para dai dan daiyah mampu menyampaikan dakwah dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, menjelaskan bahwa Kafilah Dakwah merupakan sarana pembentukan kompetensi dan pengalaman dakwah mahasiswa. Program ini dirancang berkelanjutan dengan program pengabdian selama dua tahun.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STID Mohammad Natsir, Dr. Lukman, M.Pd.I, menyampaikan bahwa peserta Kafilah Dakwah tahun ini berjumlah 171 mahasiswa, terdiri atas 98 mahasiswa dan 73 mahasiswi. Mereka akan ditempatkan di 31 provinsi, mencakup 84 kabupaten, 110 kecamatan, dan 120 desa, serta di dua negara tetangga, Malaysia dan Timor-Leste.

Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Dr. Misbahul Anam, M.A, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Dewan Da’wah terus mendukung dakwah berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui program Kafilah Dakwah ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Program Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir merupakan bagian tak terpisahkan dari proses kaderisasi dai. Karena itu wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Selain menjadi sarana penerapan pembelajaran akademik, program ini juga memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa dalam memahami kondisi sosial dan tantangan dakwah secara langsung. Di sisi lain merupakan program pembinaan masyarakat selama bulan Ramadhan agar masyarakat dapat memaksimalkan kedatangan Ramadhan dengan ibadah dan amal sholih. (Rafika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *