STID Mohammad Natsir Resmi Tutup Ramadhan Camp Pesantren Mahasiswa 1447 H

BEKASI – Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir menggelar acara penutupan Ramadhan Camp 1447 H sekaligus Pembekalan Liburan bagi mahasiswa Pesantren Mahasiswa (Pesma) pada Rabu (4/3/2026). Acara yang dilaksanakan di aula lantai 1 gedung kampus ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan intensif selama 20 hari yang difokuskan pada penguatan spiritual dan keilmuan mahasiswa. Diikuti 155 orang mahasiswa Pesma, pembekalan diisi oleh tausyiah dari Wakil Ketua II STID Mohammad Natsir, Ustadz Jumroni Ayana, MA.
Dalam tausiyahnya, ia memberikan refleksi filosofis mengenai manajemen waktu bagi seorang mukmin. “Hakikat hidup di dunia ini adalah menunggu. Kita menunggu lulus, menunggu waktu menikah, menunggu berbuka puasa, bahkan menunggu kematian. Maka hendaknya kita mengisi waktu tunggu tersebut dengan kebaikan dan amal saleh sebagai bekal abadi,” pesan Ust. Jumroni.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dakwah dengan merekomendasikan para mahasiswa untuk memiliki dan mempelajari kitab Maqumat Daiah Najih (Sifat-sifat Utama Da’i yang Sukses) karya Dr. Wahf Al Qahthani sebagai panduan dalam berjuang di medan dakwah.
Mudir Pesma STID Mohammad Natsir, Ustadz Aan Abdurrahman, MA., Dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pengurus Pesma, jajaran Asatidz, serta para donatur yang telah menyokong kelancaran acara Ramadhan Camp 1447 H ini. Ia berharap segala kontribusi yang diberikan menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak.


Fokus pada Al-Qur’an dan Fiqh
Kegiatan Ramadhan Camp tahun ini diikuti oleh 155 mahasiswa dari semester 2 dan 4, yang berasal dari program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Selama hampir tiga pekan, para mahasiswa digembleng kemampuan tahsin dan tahfizh Al-Qur’an untuk memperbaiki bacaan dan menambah hafalan mereka. Mereka juga diberikan Pelajaran membaca kitab kuning dengan mendaras kitab Fathul Qarib khususnya bab Zakat dan bab Shaum (Puasa).
Setiap hari mahasiswa wajib mengikuti halaqah Tahsin dan tahfidz Al-Qur`an di masjid dengan dipandu oleh para dosen. Juga diwajibkan mengikuti sesi kajian kitab yang sudah terjadwal. Diberikan juga daurah dengan materi tentang Penyembelihan Halal, baik dari sisi fiqih maupun teknisnya. Diisi oleh para pengurus Juru Sembelih Halal Tambun.


Mahasiswa memulai masa liburan pada 5 Maret 2026 dan diwajibkan kembali ke kampus pada tanggal 4 April 2026. Perkuliahan semester genap tahap kedua sendiri direncanakan akan dimulai kembali pada hari Senin 6 April 2026.
Sebagaimana budaya selama ini, liburan bukan berarti berhenti beraktivitas. Pesantren Mahasiswa memberikan penugasan khusus di mana setiap mahasiswa diharuskan melaporkan kegiatan dakwah yang mereka lakukan di lingkungan rumah selama liburan.
Rangkaian acara penutupan Ramadhan Camp 1447 H sekaligus Pembekalan Liburan ini ditutup dengan buka puasa bersama seluruh mahasiswa, pimpinan, dosen, dan staf STID Mohammad Natsir, memancarkan suasana kekeluargaan di penghujung kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *