Ketua STID Mohammad Natsir Hadiri Pelantikan Pengurus Dewan Dakwah se-Lampung, Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Penguatan NKRI

Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, menghadiri Haflah dan Pelantikan Serentak Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung masa khidmat 2026–2030 pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Komplek Gubernur Provinsi Lampung.

Acara yang mengusung tema “Harmoni Ukhuwah, Sinergi Da’wah untuk Lampung Maju” ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Ketua Dewan Dakwah Provinsi Lampung KH. Yani Marjas beserta jajaran, perwakilan Gubernur Lampung, perwakilan Kapolda Lampung, perwakilan Pangdam XXI Radin Inten, serta perwakilan Kementerian Agama Provinsi Lampung. Turut hadir pula para pengurus Dewan Dakwah Kabupaten/Kota se-Lampung, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta pimpinan lembaga dan organisasi Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dwi Budiman Assiroji yang mewakili Pengurus Dewan Dakwah Pusat menyampaikan studium general dengan tajuk “Merekatkan Ukhuwah, Memperkokoh NKRI”. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa merekatkan ukhuwah merupakan upaya menguatkan umat, sementara memperkokoh NKRI adalah bagian dari upaya menguatkan bangsa.

Beliau menjelaskan bahwa keduanya merupakan dua fungsi penting Dewan Dakwah yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. “NKRI akan kokoh jika ukhuwah di antara umat Islam terjalin dengan kuat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa semangat tersebut merupakan warisan para pendiri Dewan Dakwah, khususnya Mohammad Natsir, yang dikenal sebagai penggagas Mosi Integral Natsir pada tahun 1950 dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Nilai persatuan umat yang beliau perjuangkan juga tercermin dalam berbagai pemikiran dan karya beliau.

Sebagai penutup, Dr. Dwi Budiman mengajak seluruh pengurus Dewan Dakwah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk menjadikan penguatan ukhuwah dan kontribusi terhadap keutuhan bangsa sebagai bagian integral dari program kerja ke depan. (Humas STID Mohammad Natsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *