STID Mohammad Natsir — Semangat dakwah dari berbagai penjuru negeri mewarnai kegiatan Evaluasi Da’iyah Pengabdian #1 yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang dipandu oleh LPPM Kampus Putri ini berlangsung sejak pukul 18.30 WIB hingga lewat pukul 21.00 WIB. Meski memakan durasi lebih dari dua setengah jam, antusiasme para da’iyah untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan inspirasi selama menjalankan amanah pengabdian tetap terjaga.
Kegiatan evaluasi perdana ini diikuti oleh sekitar 60 da’iyah yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut merupakan akumulasi peserta yang hadir secara bergantian, mengingat sebagian da’iyah bergabung setelah kegiatan dimulai, sementara yang lain harus meninggalkan pertemuan lebih awal karena masih harus menjalankan tugas dan tanggung jawab mengajar di lembaga tempat mereka mengabdi.
Evaluasi ini diselenggarakan sebagai ruang untuk menyimak dan mengobservasi pengalaman para da’iyah setelah hampir dua bulan menjalankan tugas pengabdian sejak diberangkatkan pada Agustus lalu. Melalui forum ini, para da’iyah berkesempatan menyampaikan dinamika dakwah di daerah penugasan masing-masing, mulai dari tantangan yang dihadapi hingga berbagai pengalaman berharga yang dapat menjadi inspirasi bersama.

Beragam kisah pengabdian hadir dari wilayah yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Dari Pulau Enggano hingga pedalaman Morowali Utara, dari Nusa Tenggara Timur hingga Gorontalo, para da’iyah berbagi cerita tentang perjalanan dakwah di tengah kondisi masyarakat dan lingkungan yang beragam. Wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sejumlah daerah di Pulau Jawa turut mewarnai pertemuan tersebut.
Di balik beragam cerita pengabdian, terselip pula kisah perjuangan yang menyentuh. Dua orang da’iyah diketahui tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka di lokasi pengabdian. Dalam menjalankan amanah tersebut, satu di antaranya menghadapi tantangan tersendiri, termasuk harus sementara berpisah dengan suami demi menjangkau rumah sakit di wilayah perkotaan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Selaku pemandu acara, Bidang LPPM yang diwakili Ustadzah Ririn Yahyani S.Pd dan Ustadzah Anis Marsela, M.Pd mengingatkan bahwa perjalanan dakwah ini bukan semata dalam rangka menggugurkan kewajiban, melainkan juga sebagai pembelajaran dalam menempa diri; tentang keteguhan, kesabaran, keikhlasan dan tanggung jawab. Setiap pengalaman yang dibagikan memberikan perspektif tersendiri mengenai realitas dakwah di daerah penugasan, sekaligus membuka ruang untuk saling menguatkan antarda’iyah.
Keduanya berharap agar kegiatan evaluasi perdana ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi, pembinaan, dan pendampingan bagi para da’iyah selama masa pengabdian. Forum ini juga dinilai perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar pengalaman dan kendala di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi bersama, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan langkah perbaikan untuk pelaksanaan pengabdian selanjutnya.
Humas STID Mohammad Natsir
Reportase: LPPM STID Mohammad Natsir

