Pada Ahad, 7 Desember 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STID Mohammad Natsir Akhwat menyelenggarakan talk show bertajuk “Deep Talk Samara On Air: Menguak Rahasia Sakinah Mawaddah Warahmah dari Keluarga Dakwah.” Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sakinah, Komplek Muslimat Center, Cipayung, Jakarta Timur
Acara ini menghadirkan pasangan da’i, Ustadz Imam Zamroji dan Umi Ririn Yahyani, sebagai narasumber. Acara diikuti oleh mahasiswi semester V dan VII STID Mohammad Natsir. Ketua pelaksana, Ellenda Shenia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi pernikahan bagi kader da’iyyah, khususnya terkait cara keluarga dakwah menjaga nilai sakinah, mawaddah, dan warahmah di tengah dinamika perjuangan dakwah. Talk show ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyukseskan program Nikah Massal STID Mohammad Natsir. Dalam sambutannya, Ellenda menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menghilangkan ketakutan para peserta untuk melangkah menuju pernikahan serta mendorong partisipasi mereka dalam program nikah massal tersebut.
Acara dipandu oleh moderator Safanah, Dalam sesi materi, narasumber menguraikan konsep Sakinah Mawaddah Warahmah merujuk pada penafsiran Imam Al-Qurthubi, yakni bahwa sakinah merupakan ketenteraman rumah tangga, mawaddah adalah cinta dan perhatian lahiriah istri kepada suami, sementara rahmah merupakan kasih sayang batiniah suami kepada istri. Ustadz Imam Zamroji juga menegaskan pentingnya pengelolaan ekonomi keluarga melalui prinsip “tidak lebih besar pasak daripada tiang,” yaitu tidak membiarkan pengeluaran melampaui pemasukan sehingga keluarga dapat hidup sesuai kemampuan dan memprioritaskan kebutuhan.
Pada penghujung kegiatan, narasumber menggarisbawahi tiga pesan penting dari Surah An-Nur ayat 32: perintah menikah meskipun dalam keadaan miskin, larangan menjadikan kemiskinan sebagai penghalang untuk menikah, serta janji Allah tentang kecukupan rezeki bagi hamba-hamba-Nya setelah menikah.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata oleh Ketua BEM STID Mohammad Natsir sebagai bentuk apresiasi kepada para narasumber. (Eliya Z/Marwahstid)

