Alhamdulillah, Pada Kamis 20 Februari 2025, STID Mohammad Natsir resmi melepas 151 da’i dan da’iyyah ke 106 titik di Indonesia dalam program Kafilah Da’wah STID Mohammad Natsir ke berbagai daerah pedalaman dan perbatasan Indonesia. Acara pelepasan berlangsung di Lt. 1 Kampus STID Mohammad Natsir, yang dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, serta berbagai mitra yang mendukung program ini.
Ketua BPM STID Mohammad Natsir, Ustadz Dr. Lukman Massa, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh mitra Dewan Da’wah yang telah berkontribusi dalam program Kafilah Da’wah ini. Beliau menyoroti peran penting LAZNAS Dewan Da’wah, Hudayah Safari, serta masjid-masjid di Jabodetabek yang telah memberikan izin kepada mahasiswa dan mahasiswi untuk melakukan penggalangan dana demi kelancaran program ini.

Selanjutnya, Ketua STID Mohammad Natsir menyampaikan bahwa program Kafilah Da’wah ini merupakan bagian dari proses kaderisasi yang dimulai dari tahapan awal pembentukan panitia hingga pelaksanaan Kafilah Da’wah di berbagai daerah. Program ini tidak hanya melatih para da’i dalam berdakwah tetapi juga membentuk jiwa kepemimpinan dan keterampilan sosial mereka. Beliau menegaskan bahwa Kafilah Da’wah adalah wahana bagi para dai untuk berdakwah dan berkolaborasi dengan umat, sebagaimana pesan Mohammad Natsir bahwa “Da’i itu harus berbenteng di hati umat.”

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa dan mahasiswi yang sangat aktif dalam proses penggalangan dana untuk program ini. Kegiatan selanjutnya adalah tausiah yang disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Ustadz Dr. Imam Zamroji, M.A. Dalam tausiahnya, beliau mengingatkan bahwa Dewan Da’wah selalu mengamanahkan lima peran utama, yaitu: pengawal aqidah, penegak syari’ah, pemersatu umat, penjaga keutuhan NKRI, serta pendukung solidaritas umat.

Acara pelepasan ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan semangat juang dalam menegakkan dakwah di penjuru negeri (amd)

