Lima Mahasiswa STID Mohammad Natsir Diterjunkan dalam Kafilah Da’wah Ramadhan 1447 H ke Timor Leste

Bekasi, 12 Februari 2026 — Sebanyak lima mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir resmi diberangkatkan dalam program Kafilah Da’wah Ramadhan 1447 H menuju Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Program ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan kader da’i yang siap mengemban amanah dakwah hingga ke mancanegara.

Rombongan yang terdiri dari mahasiswa semester enam tersebut akan melaksanakan serangkaian kegiatan dakwah selama bulan suci Ramadhan. Keberangkatan dilakukan melalui jalur udara dari Bandara Internasional Soekarno–Hatta menuju Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai titik transit sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Dili, Timor Leste.

Ketua Kafilah Dakwah, Herji Prasetyo, menjelaskan bahwa perjalanan menuju lokasi pengabdian diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam penerbangan menuju Kupang. Setibanya di NTT, rombongan berkoordinasi dengan Dewan Da’wah setempat sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi darat menuju perbatasan Indonesia–Timor Leste dan selanjutnya menuju Dili.

Sebelum keberangkatan, Rektor STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I., yang juga bertindak sebagai pembimbing kafilah Timor Leste, memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjaga amanah dakwah, menjunjung tinggi nama baik institusi, serta membawa citra positif bangsa Indonesia di kancah internasional.

Beliau juga menyampaikan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) sebagai rumah besar STID Mohammad Natsir. Dukungan tersebut meliputi arahan teknis dakwah serta koordinasi dengan berbagai pihak di NTT dan Timor Leste guna memastikan kelancaran pelaksanaan program.

Program Kafilah Da’wah Ramadhan merupakan agenda rutin yang dirancang untuk membina mahasiswa agar memiliki integritas, kesiapan mental, serta kemampuan adaptasi sosial dalam menghadapi tantangan dakwah lintas wilayah dan budaya. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas syiar Islam, tetapi juga belajar membangun komunikasi, kolaborasi, serta kepekaan sosial di tengah masyarakat yang beragam. (Tim Kafilah Da’wah Timor Leste)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *