Jakarta, 13 Mei 2026 — STID Mohammad Natsir kembali menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas mahasiswa melalui agenda Sharing Talk & Motivasi yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026, bertempat di Aula Lantai 1 STID Mohammad Natsir, pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM STID Mohammad Natsir sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan potensi mahasiswa.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa STID Mohammad Natsir sebagai bagian dari upaya peningkatan wawasan, motivasi, serta pengembangan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.

Hadir sebagai narasumber, Afif Haniifan, alumni STID Mohammad Natsir sekaligus Presiden Mahasiswa Kabinet Natsir periode 2021–2022, yang juga merupakan delegasi dalam International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dalam kesempatan tersebut, beliau membagikan pengalaman, pandangan, serta refleksi selama mengikuti forum internasional bersama mahasiswa dari berbagai negara.
Dalam pemaparannya, Afif menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun kapasitas diri secara aktif dan terarah. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan individu tidak hanya bergantung pada potensi pribadi, tetapi juga pada lingkungan dan sistem yang mendukung.
Beberapa poin utama yang menjadi penekanan dalam sesi ini antara lain:
Pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mahasiswa, di mana kampus dan sistem menjadi fasilitator, bukan penghambat perkembangan.
Perbaikan sistem dan manajemen dari dalam sebagai fondasi utama dalam membangun pertumbuhan kolektif yang berkelanjutan.
Pemanfaatan usia muda sebagai momentum strategis untuk belajar, mencoba, dan mengembangkan diri secara maksimal.
Keberanian untuk keluar dari zona nyaman sebagai kunci utama dalam proses pertumbuhan.
Pentingnya eksplorasi diri untuk menemukan potensi terbaik yang dimiliki.
Keberanian untuk tampil, mengambil peran, serta menyampaikan gagasan di ruang publik. Keyakinan bahwa setiap individu memiliki kapasitas yang lebih besar dari yang dibayangkan, selama berani melangkah dan mencoba.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa mahasiswa tidak seharusnya membatasi diri pada lingkungan asal, melainkan perlu memperluas wawasan, membangun jejaring, serta memperkuat relasi sebagai bagian dari modal sosial untuk berkembang.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan interaksi aktif dari para peserta. Diskusi yang terbangun menunjukkan tingginya semangat mahasiswa dalam menyerap pengalaman serta motivasi yang disampaikan oleh narasumber. (Humas STID Mohammad Natsir)


