Ketua Umum Dewan Dakwah: Kebutuhan Da’i Terus Meningkat, Alumni STID Mohammad Natsir Siap Mengabdi ke Pelosok Negeri

Jakarta — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Adian Husaini, M.Si., menegaskan bahwa kebutuhan terhadap da’i di berbagai daerah masih sangat besar. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman dan Pelepasan Da’i Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

Dalam sambutannya, Dr. Adian Husaini menyampaikan bahwa dakwah pedalaman merupakan salah satu bentuk perjuangan yang terus dilanjutkan oleh Dewan Dakwah dari generasi ke generasi. Ia mengingatkan bahwa sejak masa Mohammad Natsir, pengiriman da’i ke berbagai daerah telah menjadi bagian penting dari perjuangan dakwah Dewan Dakwah.

“Dakwah pedalaman harus jalan. Enggak ada duitnya, cari,” ungkap Dr. Adian Husaini saat menggambarkan semangat perjuangan para pendahulu Dewan Dakwah dalam mengirimkan para da’i ke berbagai pelosok negeri.

Kebutuhan Da’i Lebih Besar daripada Ketersediaan

Dr. Adian Husaini mengungkapkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap tenaga da’i jauh lebih besar dibandingkan jumlah da’i yang dapat dikirimkan. Ia menyebut, permintaan da’i kepada Dewan Dakwah terus meningkat setiap tahunnya.

Menurutnya, pada tahun sebelumnya Dewan Dakwah melepas sekitar 220 da’i, sementara permintaan dari berbagai daerah mencapai lebih dari 400 orang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kader dakwah masih sangat besar.

“Ini permintaan da’i ke kami Dewan Dakwah lebih dari 300. Tahun lalu kita di pelepasan di MPR 220 da’i kita lepaskan, permintaannya lebih dari 400,”.

Ia menggambarkan tingginya kebutuhan tersebut dengan banyaknya perwakilan daerah yang datang meminta tambahan da’i, khususnya ketika memasuki momentum kelulusan mahasiswa STID Mohammad Natsir.

kondisi tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan lembaga kaderisasi da’i seperti STID Mohammad Natsir memiliki posisi yang sangat penting dalam menjawab kebutuhan umat.

Alumni STID Mohammad Natsir Dipercaya Mengisi Kebutuhan Dakwah

Dr. Adian Husaini juga memberikan apresiasi terhadap STID Mohammad Natsir yang dinilainya telah berhasil melahirkan kader-kader dakwah yang siap diterjunkan ke berbagai wilayah.

Ia menyebut bahwa alumni STID Mohammad Natsir memiliki karakter pengabdian yang kuat. Menurutnya, tidak mudah bagi seorang anak muda yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana untuk memilih jalan pengabdian di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas dan peluang kehidupan.

“Enggak mudah ya anak muda sarjana berani terjun ke daerah-daerah,”.

Karena itu, ia bahkan mendorong para da’i muda untuk tidak hanya mencari daerah yang mudah untuk ditinggali, tetapi justru berani mengambil wilayah yang memiliki tantangan dan kebutuhan dakwah yang lebih besar.

“Malah saya sarankan mereka cari daerah yang peluang hidupnya paling kecil,” ujarnya.

Menurutnya, keberanian untuk mengabdi di wilayah yang sulit merupakan bagian dari semangat perjuangan dakwah yang telah diwariskan oleh para pendahulu Dewan Dakwah. (Humas STID Mohammad Natsir)

Kunjungi : Laznas Dewan Dakwah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *