Bekasi — Kamis, 19 Juni 2025. Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir kembali mencatat sejarah baru dengan terselenggaranya Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025–2026. Acara penuh khidmat ini dilaksanakan di Lobby STID Mohammad Natsir, dengan mengusung semangat: “Menjadikan BEM sebagai poros pergerakan dakwah kampus yang responsif, kolaboratif, dan berintegritas dalam membentuk kader da’i yang berintelektual.”
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua STID Mohammad Natsir, Ustadz Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, Wakil Ketua II Ustadz Jumroni Ayana, M.Ag, Wakil Ketua III Ustadz Aan Abdurahman, M.Ag, Ketua LPPM Ustadz Dr. Lukman Ma’sa, M.Pd.I, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ustadz Musmardi Afit Badliysah, S.Kom.I, seluruh anggota BEM yang dilantik, serta segenap mahasiswa STID Mohammad Natsir.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hafiz Akbar, mahasiswa semester II. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Pelantikan, Saudara Aldino, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan kontribusi semua pihak. Ia berharap acara ini menjadi awal penguatan ukhuwah dan kolaborasi dalam barisan dakwah kampus, seraya memohon maaf jika masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Dalam sambutan berikutnya, Wakil Ketua III, Ustadz Aan Abdurahman, M.Ag, menekankan pentingnya BEM sebagai sarana latihan kepemimpinan bagi mahasiswa. Beliau mengingatkan bahwa melemahnya kepemimpinan adalah salah satu penyebab kemunduran umat Islam. Oleh karena itu, BEM harus menjadi ruang untuk membentuk pribadi yang tidak hanya siap memimpin, tetapi juga siap dipimpin.
Setelah itu, Ustadz Musmardi Afit Badliysah, S.Kom.I membacakan Surat Keputusan (SK) pelantikan BEM STID Mohammad Natsir, yang dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh Wakil Ketua II, Ustadz Jumroni Ayana, M.Ag, dan diikuti oleh seluruh pengurus BEM terlantik.

Ketua BEM terpilih periode 2025–2026, Saudara Hafiz Amir Nafal, dalam pidato perdananya menyampaikan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab peradaban. Ia menegaskan bahwa kampus ini bukanlah kampus biasa, namun tempat pembinaan para da’i intelektual yang siap membangun negeri dengan dakwah. Ia juga memaparkan beberapa program prioritas, di antaranya:
- Ruang-ruang pengembangan bagi mahasiswa yang kreatif dan terarah dalam koridor syariat,
- Forum kolaborasi antar unit untuk menguatkan ukhuwah,
- BEM sebagai mitra, bukan penguasa—yang hadir untuk melayani dan mendukung perjuangan dakwah kampus.

“Jabatan ini bukan masa untuk berkuasa, tapi masa untuk berkhidmat. Bukan ajang mencari popularitas, tapi jalan dakwah dan tanggung jawab peradaban,” tegas Hafiz Amir, seraya menutup sambutan dengan doa bersama.

Selanjutnya, sambutan dari Ketua DEMA periode 2024–2025 yang diwakilkan oleh Wakil Ketua DEMA, Saudara Adang Badrudin, menjadi refleksi penting. Ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepengurusan, serta harapan agar semangat dakwah dan organisasi terus diwariskan kepada kepengurusan baru. “Ambillah yang baik dari kami, dan buanglah yang buruk. Teruskan estafet dakwah dengan lebih baik,” pesan penutupnya yang menggugah.
Acara berlanjut dengan pemberian cinderamata kepada Ketua BEM terpilih, sebelum memasuki sesi terakhir: Orasi Ilmiah tentang Kaderisasi Kepemimpinan Dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I.

Dalam orasinya, beliau menekankan bahwa para mahasiswa STID Mohammad Natsir adalah kader-kader penerus perjuangan dakwah para pendahulu di Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. “Amanah dakwah ini bukan sekadar tanggung jawab lokal, tetapi berskala nasional bahkan internasional. Karena itu, antum semua harus memantaskan diri untuk mengemban warisan besar ini,” tegas beliau.
Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan kepengurusan BEM sebagai wadah untuk mengasah kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan organisasi. “Karena Dewan Dakwah adalah organisasi besar, maka kader-kadernya pun harus ditempa dengan kapasitas besar,” pungkasnya.
Dengan semangat ukhuwah dan visi besar dakwah, pelantikan BEM STID Mohammad Natsir periode 2025–2026 ini bukan hanya seremonial belaka, namun sebuah langkah awal dalam menyalakan obor kepemimpinan dakwah kampus untuk masa depan umat. (Saksikan tayangan ulang di Youtube, STID Natsir Official) “MZ”


Artikel ini sangat inspiratif karena menegaskan bahwa pelantikan BEM STID Mohammad Natsir 2025–2026 bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum penting dalam melahirkan pemimpin muda yang berkomitmen pada dakwah, ukhuwah, dan intelektualitas. Nilai-nilai yang disampaikan—mulai dari tanggung jawab peradaban, pelayanan, hingga pembentukan kader da’i berintegritas—menunjukkan arah organisasi mahasiswa yang bukan hanya fokus pada kepentingan internal kampus, tetapi juga memiliki visi besar untuk umat dan bangsa. Acara ini benar-benar menjadi contoh bagaimana kepemimpinan mahasiswa dapat ditopang oleh nilai-nilai spiritual, kolaborasi, dan semangat pengabdian.