stidnatsir.ac.id — Wakil Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr. Ahmad Misbahul Anam, MA, menyampaikan tausiah pelepasan kepada para Da’i dan Da’iyah Kafilah Dakwah Ramadhan 1447 H STID Mohammad Natsir sebelum diberangkatkan ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
Dalam tausiahnya, Dr. Ahmad Misbahul Anam menegaskan bahwa kafilah dakwah merupakan ruang belajar lapangan bagi mahasiswa untuk memahami realitas umat secara langsung, sekaligus membentuk karakter da’i yang matang dan bertanggung jawab.
“Kafilah dakwah adalah proses belajar yang sesungguhnya. Di lapangan, para dai akan berhadapan langsung dengan kondisi umat yang beragam dan menuntut kepekaan,”.
Ia menekankan bahwa dakwah tidak cukup dilakukan melalui ceramah, tetapi membutuhkan kehadiran da’i yang mampu mendampingi, memberi solusi, dan menjadi teladan bagi masyarakat.
“Seorang dai bukan sekadar penceramah. Dai adalah pendamping umat, yang hadir dengan akhlak, adab, dan keteladanan,”.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para peserta menjaga sikap dan wibawa selama menjalankan tugas dakwah, karena keberadaan mereka di tengah masyarakat merupakan representasi lembaga dakwah dan pendidikan.
“Apa yang kalian lakukan di masyarakat akan menjadi cermin institusi. Jagalah keikhlasan, kesederhanaan, dan adab dalam berdakwah,”.
Tausiah pelepasan ini menjadi penguatan sekaligus bekal moral bagi para Da’i dan Da’iyah sebelum mengemban amanah dakwah Ramadhan di wilayah penugasan masing-masing.(Humas STID Mohammas Natsir)


