stidnatsir.ac.id — Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan pembekalan kepada Dai dan Da’iyah Kafilah Dakwah Ramadhan 1447 H STID Mohammad Natsir sebagai bagian dari penguatan kesiapan dakwah di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama RI, H. Muhammad Fuad Nasar, S.Sos., M.Sc, yang hadir mewakili Wakil Menteri Agama RI pada acara pembekalan dan pelepasan 171 Da’i dan Da’iyah di Auditorium H.M. Rasyidi, Kementerian Agama RI, Sabtu (7/2/2026).
Dalam sambutannya, Muhammad Fuad Nasar menyampaikan apresiasi atas konsistensi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dan STID Mohammad Natsir dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui Kafilah Dakwah. Menurutnya, pengiriman dai ke berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri merupakan kontribusi strategis dalam pembinaan keagamaan umat.
Ia menjelaskan bahwa dakwah memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada ceramah atau mimbar semata. Dakwah mencakup seluruh upaya transformasi umat menuju kondisi yang lebih baik, baik dalam aspek keimanan, akhlak, intelektualitas, maupun kehidupan sosial.
Muhammad Fuad Nasar menekankan bahwa setiap da’i dan da’iyah perlu memahami kondisi sosial masyarakat yang menjadi sasaran dakwah. Oleh karena itu, penguasaan sosiologi dakwah dan psikologi dakwah menjadi penting agar pesan keagamaan dapat disampaikan secara tepat dan efektif.
Ia juga mengingatkan bahwa materi dakwah hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan umat, bukan semata berdasarkan preferensi pribadi da’i. Dakwah perlu dikemas secara kontekstual agar mampu menjawab tantangan zaman, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Dalam pembekalannya, ia menyoroti pentingnya penguatan tema-tema dakwah yang relevan dengan persoalan kontemporer, seperti ketahanan keluarga, kesadaran halal, etos kerja, literasi ekonomi syariah, serta kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, pendekatan dakwah kepada generasi muda juga memerlukan metode yang adaptif sesuai dengan karakter generasi milenial dan generasi Z.
Muhammad Fuad Nasar menegaskan bahwa dakwah tidak boleh bersifat sporadis, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan dan saling melengkapi antar unsur umat. Ia juga menekankan pentingnya keteladanan, karena kepribadian da’i merupakan bagian dari pesan dakwah itu sendiri.
Menutup pembekalannya, ia menyampaikan keyakinan bahwa para Da’i dan Da’iyah STID Mohammad Natsir yang telah dibekali ilmu dan pengalaman dakwah akan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta memperkuat kehidupan keagamaan umat selama bulan Ramadhan. (Humas STID Mohammad Natsir)


