stidnatsir.ac.id — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, menegaskan bahwa program Kafilah Dakwah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kaderisasi mahasiswa STID Mohammad Natsir.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Pelepasan 171 Da’i dan Da’iyah Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir Ramadhan 1447 H yang berlangsung di Auditorium HM Rasyidi Kementerian Agama Republik Indonesia, Sabtu (7/2/2026).
“Kafilah Dakwah ini bukan sekadar kegiatan Ramadhan, tetapi merupakan bagian integral dari proses kaderisasi dai di STID Mohammad Natsir,” .
Ia menjelaskan bahwa proses kaderisasi di STID Mohammad Natsir dirancang secara berjenjang dan berkelanjutan. Mahasiswa dibina secara intensif melalui pendidikan berasrama pada dua tahun pertama, dilanjutkan dengan pembinaan dakwah berbasis masjid pada dua tahun berikutnya, termasuk pelaksanaan Kafilah Dakwah.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori dakwah di ruang kelas, tetapi juga belajar membaca realitas umat secara langsung di tengah masyarakat,”.
Menurutnya, Kafilah Dakwah menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman lapangan sebagai bekal sebelum menjalani masa pengabdian dakwah pascakampus.
“Melalui Kafilah Dakwah ini, mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi tugas pengabdian dakwah yang sesungguhnya. Ini adalah latihan awal sebelum mereka terjun lebih lama di tengah umat,”.

Dr. Dwi Budiman juga menegaskan bahwa keberadaan para dai dan da’iyah STID Mohammad Natsir selama Ramadhan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman, perbatasan, dan daerah yang masih terbatas akses pembinaan keagamaannya.
“Masyarakat di daerah-daerah tersebut membutuhkan pendampingan dakwah yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa selama Ramadhan diharapkan dapat mengoptimalkan pembinaan keagamaan masyarakat,”.
Ia menambahkan bahwa bagi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Kafilah Dakwah berfungsi sebagai pintu masuk pengembangan dakwah jangka panjang.
“Kafilah Dakwah sering menjadi tahap awal pembukaan wilayah dakwah. Selanjutnya, lokasi yang membutuhkan pendampingan akan dilanjutkan dengan pengiriman dai pengabdian,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Ketua STID Mohammad Natsir menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program Kafilah Dakwah serta berpesan kepada para mahasiswa agar melaksanakan amanah dakwah dengan penuh tanggung jawab. (Humas STID Mohammad Natsir)


