STID Mohammad Natsir Gelar Daurah Juru Sembelih Halal, Bekali Mahasantri dengan Pemahaman K3

Bekasi– Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak kader da’i yang tidak hanya memahami ilmu keislaman, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan umat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan *Daurah Juru Sembelih Halal* yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa (Pesma).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026, bertempat di Masjid Wadhhah Abdurrahman al-Bahr, dengan menghadirkan Ustadz Andy Karmal sebagai pemateri. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi penting terkait *Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)* dalam proses penyembelihan hewan.

Dalam pemaparannya, Ustadz Andy Karman menekankan bahwa proses penyembelihan tidak terlepas dari berbagai risiko yang dapat membahayakan penyembelih maupun memengaruhi kualitas hasil sembelihan. Oleh karena itu, pemahaman tentang K3 menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap juru sembelih halal.

“Risiko dalam penyembelihan memang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, namun dapat diminimalisir dengan pengetahuan dan penerapan K3 yang baik,” jelas beliau.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa terdapat beberapa jenis bahaya yang perlu diwaspadai, di antaranya *mechanical hazard* seperti luka akibat alat, *biological hazard* seperti paparan bakteri dan virus, serta *physical hazard* yang berasal dari kondisi lingkungan kerja.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai penyakit pada hewan yang perlu diantisipasi, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), bisulan, antraks, serta infeksi cacing. Pengetahuan ini penting guna memastikan bahwa hewan yang disembelih dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Dalam perspektif Islam, pentingnya menjaga keselamatan dan mencegah kerusakan juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa kelalaian manusia dalam menjaga standar keselamatan dapat berakibat pada kerusakan yang lebih luas, termasuk dalam aspek penyembelihan hewan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasantri STID Mohammad Natsir tidak hanya mampu melaksanakan penyembelihan secara syar’i, tetapi juga profesional, aman, dan sesuai dengan standar kesehatan. Hal ini sejalan dengan visi STID Mohammad Natsir dalam membina kader da’i yang siap terjun ke tengah masyarakat dengan bekal ilmu, keterampilan, dan tanggung jawab.

Kegiatan daurah ini menjadi bagian dari proses kaderisasi da’i yang integral di STID Mohammad Natsir, dalam rangka menghadirkan generasi dai yang unggul, berkompeten, dan mampu menjawab kebutuhan umat di berbagai bidang kehidupan. (Humas STID Mohammad Natsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *