Kafilah Dakwah Sulawesi Tenggara Hidupkan Syiar Qur’an di Bumi Ulu Wolo

KOLAKA – Penempatan peserta Kafilah Dakwah di Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun ini merupakan yang pertama kalinya atau perdana dilakukan oleh kampus STID Mohammad Natsir. Sebagai angkatan pembuka yang menginjakkan kaki di bumi Sulawesi Tenggara, kami membawa misi agar kehadiran mahasiswa di sini menjadi celah untuk membangun kedekatan yang lebih erat dengan warga, sekaligus mengembangkan program-program dakwah yang sudah ada agar semakin maju ke depannya.

Perkembangan Pesat Rumah Qur’an Selama Enam Tahun

Fokus utama pembinaan kami terletak di Kelurahan Ulu Wolo, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Di lokasi ini, kami melanjutkan estafet pembinaan Rumah Qur’an yang sebenarnya sudah berjalan kurang lebih selama enam tahun. Selama masa penugasan kami, terlihat perkembangan yang sangat positif dan signifikan. Alhamdulillah, jumlah santri di Rumah Qur’an ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dan tahun ini mencapai 80 santri. Anak-anak di Ulu Wolo tampak antusias dengan kedatangan peserta kafilah dakwah di Rumah Qur’an Bani Rifa’i ini. Mereka semangat untuk belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an, yang menjadi bukti bahwa pembinaan yang istiqomah selama empat tahun terakhir telah menumbuhkan kesadaran religius yang kuat di tengah keluarga masyarakat setempat.

Ramadhan Tak Pernah Padam: Tadarus Bersama Ibu-Ibu BKMT

Kegiatan dakwah kami semakin padat dan berwarna saat memasuki bulan suci Ramadhan. Kami memfokuskan program pada penghidupan masjid-masjid melalui kegiatan tadarus Al-Qur’an. Kami menyaksikan antusiasme yang luar biasa dari ibu-ibu Majelis Ta’lim di Kelurahan Ulu Wolo, di mana tahun ini jumlah jamaah yang ikut serta dalam tadarus meningkat drastis dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Peserta Kafilah Dakwah berkeliling ke 12 Majelis Ta’lim di wilayah Kecamatan Wolo untuk memandu jalannya tadarus. Dalam agenda ini, kami berkolaborasi erat dengan ibu-ibu yang tergabung dalam BKMT (Badan Kontak Majelis Ta’lim). Peran kami di sana adalah mendampingi, memandu tadarus, serta memberikan motivasi kepada para jamaah agar interaksi mereka dengan Al-Qur’an tetap terjaga dengan baik.

Kegiatan dakwah kami semakin intensif saat memasuki bulan suci Ramadhan. Selama 15 hari penuh di bulan mulia ini, setiap harinya peserta Kafilah Dakwah mendatangi masjid-masjid di wilayah Kecamatan Wolo untuk menghidupkan kegiatan tadarus Al-Qur’an. Secara keseluruhan, kami memandu jalannya tadarus di 12 Majelis Ta’lim yang tersebar di wilayah tersebut.

Setiap masjid yang kami kunjungi memiliki Majelis Ta’lim dengan jumlah jamaah yang bervariasi; ada yang jumlahnya terbatas, namun banyak pula yang jumlahnya sangat banyak. Dari hasil pantauan kami selama memandu tadarus se-Kecamatan Wolo, jamaah yang paling memadati masjid adalah Majelis Ta’lim Nurul Yaqin yang bertempat di Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Ulu Wolo. Di masjid inilah, yang juga merupakan tempat utama kami ditugaskan, jama’ah Majelis Ta’lim benar-benar memadati ruangan masjid untuk mengikuti tadarus. Semangat ibu-ibu di Masjid Nurul Yaqin ini menjadi energi tersendiri bagi kami dalam menjalankan tugas mendampingi, memandu tadarus, serta memberikan motivasi agar interaksi mereka dengan Al-Qur’an tetap terjaga.

Ukhuwah Memuncak di Ulu Wolo: Ratusan Jamaah Padati Tabligh Akbar dan Buka Bersama

Perjalanan dakwah di Kelurahan Ulu Wolo ini juga diperkuat dengan kunjungan langsung dari pembimbing kami, Ustadz Dr. Lukman Masa, M.Pd.I yang didampingi oleh Ustadz Dr. Agusman, M.E.I. Beliau datang meninjau titik kafilah dakwah untuk melihat kondisi lapangan secara langsung, memberikan arahan teknis, serta menyuntikkan semangat baru bagi kami peserta kafilah dakwah yang sedang bertugas. Kehadiran beliau guna memastikan misi perdana di Sulawesi Tenggara ini berjalan sesuai dengan visi dakwah kampus.

Puncak dari rangkaian syiar Ramadhan ini ditandai dengan digelarnya acara Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama di Masjid Raya Ponre Al-Muhajirin. Acara besar ini terlaksana berkat kerja sama yang antara tim Kafilah Dakwah dengan Majelis Ta’lim (MT) Khaerunnisa, serta didukung penuh oleh PT Ceria sebagai sponsor utama kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr. Lukman Ma’sa M.Pd.I hadir mengisi tausiyah di hadapan para jamaah yang memadati lokasi.

Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat hangat dan luar biasa, terbukti dengan jumlah jamaah yang hadir mencapai kurang lebih 500 orang. Kehadiran ratusan jamaah ini menjadi potret nyata bahwa dakwah yang dikelola melalui sinergi antara mahasiswa, majelis ta’lim, dan dukungan pihak swasta seperti PT Ceria dapat memberikan dampak yang sangat luas bagi syiar Islam di wilayah Wolo.

Inovasi Syiar: Menggerakkan Remaja Masjid di 10 Malam Ramadhan.

Selain membina kalangan orang tua dan anak-anak, kami juga ikut terjun langsung membersamai Remaja Masjid, kami juga merangkul Remaja Masjid di Ulu Wolo yang jumlahnya sangat banyak. Kehadiran kami disambut dengan sangat hangat; para pemuda masjid mengaku sangat senang dan merasa sangat terbantu dengan adanya peserta Kafilah Dakwah di tengah-tengah mereka. Mereka merasa mendapatkan teman diskusi sekaligus tenaga tambahan untuk menggerakkan program kerja mereka, yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ).

Kegiatan lomba ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya di bulan suci Ramadhan ini pada malam selama 10 hari penuh. Kegiatan ini sudah berjalan selama kurang lebih delapan tahun. Dalam kegiatan ini, peserta Kafilah Dakwah dipercaya memegang peran strategis sebagai panitia sekaligus dewan juri pada setiap lombanya.

Namun, kehadiran kami tidak sekadar menjalankan rutinitas. Kami berinisiatif melakukan perubahan dengan mengubah konsep kegiatan yang selama bertahun-tahun sebelumnya selalu berpatokan pada kebiasaan lama. Kami membawa konsep baru agar suasana lomba menjadi lebih hidup, menarik, dan edukatif, tanpa harus merombak seluruh tatanan yang sudah ada. Inovasi ini kami lakukan agar kegiatan MTQ tidak terjebak dalam formalitas tahunan, melainkan benar-benar menjadi ajang peningkatan kualitas keagamaan remaja yang lebih segar dan dinamis.

Sebagai angkatan perdana di provinsi ini, kami berharap jejak yang kami mulai dapat menjadi awal yang baik bagi keberlanjutan dakwah di Sulawesi Tenggara pada tahun-tahun mendatang. Kami memohon doa dari para asatidz dan rekan-rekan semua agar sisa masa penugasan kami di sini senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. (Tim Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *