Sabtu, 26 April 2025, Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir (STID Mohammad Natsir) sukses menggelar acara PMB Talk Spesial Sharing Session yang menghadirkan narasumber inspiratif. Acara ini bertujuan memberikan motivasi sekaligus wawasan kepada mahasiswa dan calon mahasiswa baru tentang pentingnya menjadi da’i yang serba bisa di era modern.
Mengawali acara, Ustadz Aan Handriyani, M.Ag memberikan sambutan mengutip dari perkataan Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa STID Mohammad Natsir adalah Polymath University. Menurut Dr. Adian, penilaian ini lahir dari fakta bahwa para mahasiswa dan alumni STID mampu berperan di berbagai bidang dakwah, pendidikan, hingga kepemimpinan masyarakat.

Ustadz Aan menekankan bahwa setidaknya ada tiga indikator kenapa STID disebut sebagai Polymath University. Pertama, para mahasiswa dibekali ilmu yang luas — meskipun berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dan Pengembangan Masyarakat Islam, para lulusan mampu menjadi guru, da’i, penyuluh agama, konsultan politik, bahkan pemimpin daerah. Kedua, mahasiswa STID dilatih untuk menjadi problem solver melalui keterbatasan fasilitas yang justru mendorong kreativitas dan kemandirian. Ketiga, para mahasiswa diarahkan untuk menguasai berbagai ilmu praktis seperti pengobatan tradisional, manajemen jenazah, hingga kepemimpinan, sebagaimana tradisi para ulama terdahulu.

Dalam sesi berikutnya, Ketua PMB STID Mohammad Natsir, Ustadz Musmardi Afit Badlisyah, M.Ag, menjelaskan keunggulan STID. Ia menyampaikan bahwa pengajar di STID adalah tokoh-tokoh nasional di bidang dakwah dan keislaman seperti Ustadz Didin, Ustadz Adian, hingga Kristolog Koh Doni Tan. Selain itu, lulusan STID telah banyak berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga pengembangan masyarakat di daerah.

Sebagai narasumber spesial, Temmy Rahady — artis dan presenter ternama — berbagi pengalamannya tentang pentingnya komunikasi di era digital. Ia mengingatkan generasi muda, khususnya para mahasiswa, untuk bersyukur hidup di era teknologi yang serba mudah. Temmy menekankan pentingnya penguasaan komunikasi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja, karena banyak persoalan besar, termasuk tingginya angka perceraian, bermula dari kegagalan komunikasi.
“Berbahagialah kalian yang lahir di era Gen Z, karena peluang sangat terbuka lebar. Tapi ingat, kita harus terus belajar, beradaptasi dengan perubahan, dan menguasai komunikasi agar mampu sukses di masa depan,” pesan Temmy.
Acara PMB Talk ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang merasa termotivasi untuk terus belajar, berdakwah, dan berkarya untuk umat. (MD)


