STID Mohammad Natsir Gelar Kuliah Umum Semester Ganjil 2026/2027, Bahas Literasi dan Perencanaan Keuangan

Bekasi — Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir menggelar Kuliah Umum Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Wadhhah Abdurahman Al-Bahr, Pusdiklat Dewan Dakwah, Bekasi. Diikuti mahasiswa semester 1 hingga semester 7 serta civitas akademika STID Mohammad Natsir.

Mengangkat tema “Cerdas Berfinansial Syariah: Mengelola Keuangan Masa Depan & Mengoptimalkan Peluang di Era Digital”, kuliah umum menghadirkan Jimmy Romarten, CFP®, Specialist Sharia Treasury and ALM (Asset & Liability Management) dari PermataBank Syariah, sebagai narasumber.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda awal perkuliahan Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan di luar pembelajaran akademik di kelas, khususnya terkait literasi dan pengelolaan keuangan.

Dalam sambutannya, Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Imam Taufik Alkhottob, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas dimulainya Tahun Akademik 2026/2027. Ia berharap awal perkuliahan menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk memulai perjalanan akademik dengan Niat yang Ikhlas.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hari-hari ini mengawali kebaikan dan mengawali keberkahan serta kesuksesan kita semua,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Jimmy Romarten mengawali materi dengan memperkenalkan konsep literasi keuangan dan perencanaan keuangan secara praktis. Ia menyampaikan bahwa kedatangannya ke STID Mohammad Natsir menjadi pengalaman yang berbeda karena berhadapan langsung dengan mahasiswa yang dipersiapkan untuk terjun dan membersamai masyarakat di berbagai daerah.

Jimmy mengajak mahasiswa untuk melihat pengelolaan keuangan bukan hanya dari sisi bagaimana menggunakan uang, tetapi juga bagaimana memperoleh, mengelola, dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki secara tepat.

Menurutnya, pemahaman mengenai keuangan penting dimiliki mahasiswa karena ketika terjun ke masyarakat, seorang dai tidak hanya berhadapan dengan persoalan keagamaan, tetapi juga berbagai persoalan kehidupan yang nyata.

Ia memberikan ilustrasi bahwa masyarakat dapat datang kepada seorang dai dengan beragam persoalan kehidupan. Karena itu, seorang dai perlu memiliki wawasan yang cukup luas agar mampu memahami kondisi masyarakat dan memberikan pendampingan sesuai dengan kapasitasnya.

“Kalau hari ini teman-teman di sini akan menjadi teman sharing saya terkait financial planning atau cara mengelola keuangan,” jelasnya.

Jimmy juga menjelaskan pentingnya memahami aset dan bagaimana membuat sumber daya yang dimiliki menjadi lebih produktif. Ia menekankan bahwa aset tidak selalu berbentuk uang, tetapi dapat berupa tanah, bangunan, perangkat yang dimiliki, hingga kekayaan intelektual.

Menurutnya, pengelolaan aset secara produktif merupakan salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika kelak menjalankan peran di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada penghasilan, tetapi memahami bagaimana mengatur pemasukan, kebutuhan, serta perencanaan masa depan secara bijak.

Kuliah umum tersebut berlangsung secara interaktif. Mahasiswa mengikuti pemaparan materi dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan literasi keuangan, penghasilan, aset, serta perencanaan keuangan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya STID Mohammad Natsir dalam memberikan pembekalan yang lebih luas kepada mahasiswa. Selain mendapatkan ilmu di ruang perkuliahan, mahasiswa juga diarahkan untuk memiliki wawasan praktis yang dapat mendukung kehidupan pribadi maupun pengabdian mereka di tengah masyarakat. (Humas STID Mohammad Natsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *